Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Gertakan Trump Berhasil, Apple Gelontorkan Investasi Jumbo

KAMIS, 07 AGUSTUS 2025 | 08:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa Apple akan menambah investasi sebesar 100 miliar Dolar AS (sekitar Rp1.600 triliun) di Amerika dengan tujuan menghindari tarif baru yang bisa dikenakan pada produk seperti iPhone.

Dengan tambahan ini, total investasi Apple menjadi 600 miliar Dolar AS. Sebelumnya, Apple juga sudah berjanji akan membuka 20.000 lapangan kerja selama empat tahun ke depan.

“Mereka pulang. Semua pulang,” kata Trump, setelah menerima souvenir berlapis emas dari CEO Apple, Tim Cook, dikutip dari Reuters, Kamis 7 Agustus 2025.


Trump menyebut langkah ini sebagai awal agar iPhone yang dijual di Amerika adalah buatan pabrik lokal.

"Ini merupakan langkah penting menuju tujuan akhir untuk memastikan bahwa iPhone yang dijual di Amerika juga dibuat di Amerika," kata Trump.

Meski begitu, Cook menegaskan bahwa perakitan akhir iPhone tetap dilakukan di luar negeri untuk saat ini. Ia menjelaskan bahwa beberapa komponen utama, seperti chip dan kaca, memang sudah dibuat di dalam negeri.

Analis Daniel Ives menyambut baik langkah ini karena bisa meredakan ketegangan antara Trump dan Apple yang sempat memanas beberapa waktu lalu.

"Hari ini adalah langkah yang baik ke arah yang tepat bagi Apple, dan ini membantu mendapatkan dukungan Trump setelah beberapa bulan terakhir yang tampaknya penuh ketegangan di mata Wall Street antara Gedung Putih dan Apple," ujarnya.

Mei lalu, Trump sempat mengancam tarif 25 persen bagi produk Apple yang dibuat di luar negeri. Ancaman itu sempat bikin Apple rugi hingga 800 juta Dolar AS dalam satu kuartal.

Apple memang sudah lama dikritik karena tetap memproduksi sebagian besar produknya di Asia, terutama di China. Belakangan mereka mulai mengalihkan sebagian produksi ke Vietnam, Thailand, dan India. Namun, memindahkan perakitan penuh ke dalam negeri dianggap tidak realistis karena biaya tinggi dan rantai pasok yang rumit.

Pengumuman ini dianggap sebagai langkah kompromi. Apple tetap menunjukkan komitmen investasi tanpa harus benar-benar memindahkan semua produksinya.

Dalam proyek terbaru ini, Apple akan bekerja sama dengan perusahaan seperti Corning untuk kaca, Applied Materials untuk alat chip, dan beberapa produsen semikonduktor seperti Broadcom dan Texas Instruments.

Setelah pengumuman ini, saham Apple naik 5 persen, Corning hampir 4 persen, dan Applied Materials 2 persen.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya