Berita

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Fahri Hamzah, dalam diskusi Berani Bicara yang digelar di Rumah Besar Gatotkaca, Jalan Pattimura 11, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Agustus 2025/RMOL

Politik

Fahri Hamzah:

Enam Juta Rakyat Tinggal di Hunian Layak Tapi Tak Punya Rumah

KAMIS, 07 AGUSTUS 2025 | 01:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) mendapati jutaan masyarakat tinggal di hunian layak, tetapi tidak memiliki rumah sendiri.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah, dalam diskusi Berani Bicara yang digelar di Rumah Besar Gatotkaca, Jalan Pattimura 11, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Agustus 2025.

Dia menjelaskan, temuan jutaan masyarakat tinggal di rumah hunian yang layak tetapi bukan milik sendiri, berdasarkan penelusuran langsung tim satuan tugas (Satgas) ke lapangan.


"Jadi ada 6 juta keluarga yang tinggal di rumah yang layak dan rumah itu bukan punya dia," ujar Fahri.

Waketum Partai Gelora ini mengatakan, masyarakat yang tinggal di rumah layak huni tetapi bukan milik sendiri, didata oleh Kementerian PKP sebagai masyarakat yang membutuhkan bantuan rumah.

"Jadi orang-orang itu datang ke satu rumah. Rumah itu kelihatan rumah layak. Lalu ditanya, ini rumah kamu atau bukan? Lalu dia bilang ini bukan rumah saya. Ini orang keluar dari apa yang harus kita identifikasi sebagai orang yang memerlukan rumah," urainya.

Menurutnya, pendataan terhadap masyarakat yang belum memiliki rumah, meskipun kini tengah tinggal di hunian layak, tetapi harus dibantu oleh pemerintah.

Pasalnya, Fahri menilai kelompok masyarakat seperti ini termasuk yang berpotensi masuk ke garis kemiskinan ekstrem.

"Perumahan itu termasuk yang akan memberikan efek, menyelesaikan ketimpangan yang masif. Oleh sebab itu sejak awal saya sangat keras mengusulkan pembangunan sektor perumahan yang masif," ucapnya.

"Saya bilang hati-hati. Karena mungkin kemiskinan ekstrem itu ada di sini. Tetap untuk memudahkan identifikasi, mereka dimasukkan kepada kelompok yang tetap ngantri ingin punya rumah, sebab pada dasarnya mereka tidak punya rumah," demikian Fahri menambahkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya