Berita

Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron/RMOL

Politik

Ini Respons Demokrat soal Peluang PDIP Masuk Pemerintahan Prabowo

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 16:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

DPP Partai Demokrat menolak untuk menanggapi opini soal peluang PDIP bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan bahwa perihal bergabung atau tidaknya PDIP ke kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo. 

“Penetapan kabinet ya itu hak prerogratifnya Presiden,” kata Herman kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa 5 Agustus 2025.


Namun demikian, kata Herman, mengenai PDIP yang berpotensi gabung pemerintah, Partai Demokrat tetap menghormati apapun yang menjadi keputusan Presiden Prabowo nantinya. 

“Jadi, selama bahwa Presiden menetapkan pilihan-pilihan itu ya kita hormati, karena itu hak prerogatifnya. Nah oleh karenanya, tidak bisa kemudian dipertentangkan dengan pihak-pihak lain,” kata Herman.

Lebih jauh, Herman meyakini bahwa semua partai politik memiliki satu tujuan yang sama bersama dengan pemerintah, baik di dalam atau di luar koalisi. 

“Semakin solidnya seluruh potensi bangsa, partai-partai politik memiliki satu tujuan yang sama bersama dengan pemerintah, saya kira akan semakin baik dan akselerasi untuk mencapai tujuannya akan lebih terukur,” pungkas Herman.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya