Berita

Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN di Kuala Lumpur pada Kamis 10 April 2025/Net

Dunia

ASEAN Sepakat Tidak Menyerang Balik Donald Trump

KAMIS, 10 APRIL 2025 | 18:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

ASEAN sepakat tidak mengambil langkah balasan atas kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan Presiden Donald Trump. 

Alih-alih menaikkan tarif serupa, ASEAN memilih menjalin dialog terbuka dan konstruktif dengan AS untuk menyelesaikan isu-isu perdagangan yang sedang memanas. Keputusan ini disampaikan dalam pernyataan bersama para menteri ekonomi ASEAN di Kuala Lumpur, Kamis, 10 April 2025.

"Komunikasi dan kolaborasi terbuka sangat penting untuk memastikan hubungan seimbang dan berkelanjutan. Dengan semangat itu, ASEAN berkomitmen tidak mengenakan tindakan balasan sebagai tanggapan atas tarif AS," demikian pernyataan resmi para menteri, dikutip dari Free Malaysia.


Keputusan ini diambil di tengah ketidakpastian global yang dipicu kebijakan tarif tinggi dari AS, termasuk terhadap China. Langkah tersebut telah memicu gejolak pasar keuangan secara signifikan, mulai dari hilangnya triliunan Dolar dalam nilai saham global hingga menimbulkan kekhawatiran resesi dunia.

Trump baru-baru ini mengumumkan penundaan kenaikan tarif selama 90 hari. Namun ia akan tetap memberlakukan tarif dasar 10 persen terhadap puluhan negara dan menaikkan tarif impor 125 persen untuk China.

Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Aziz, menilai ketidakpastian kebijakan perdagangan dari AS akan terus memengaruhi kondisi global, termasuk stabilitas kawasan ASEAN.

Para menteri ASEAN menilai pemberlakuan tarif dapat mengganggu arus perdagangan dan investasi serta merusak rantai pasokan regional dan global. Dampaknya dirasakan tidak hanya oleh negara-negara ASEAN, tetapi juga konsumen dan pelaku usaha di AS.

Kenaikan tarif impor juga berpotensi menghambat kemajuan ekonomi kawasan serta mengancam stabilitas ekonomi dan keamanan regional, mengingat AS merupakan investor asing terbesar dan mitra dagang terbesar kedua bagi ASEAN pada tahun lalu.

Meski demikian, ASEAN tetap menganggap AS sebagai mitra ekonomi penting dan berharga. Mereka menyatakan komitmen untuk menjaga kepentingan ekonomi kawasan dan memperkuat hubungan perdagangan yang saling menguntungkan dengan Washington.

ASEAN juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama lebih erat di bawah kerangka perjanjian perdagangan dan investasi ASEAN-AS guna mencari solusi bersama atas berbagai tantangan global.

“ASEAN percaya kerangka kerja sama ekonomi ASEAN-AS yang ditingkatkan akan berkontribusi pada kemakmuran rakyat kita dan ekonomi global yang lebih luas,” demikian keterangan para menteri ekonomi ASEAN.

Langkah tersebut termasuk peningkatan konektivitas rantai pasokan, pemanfaatan teknologi digital, dan pendalaman kemitraan strategis bertujuan untuk memastikan hubungan ekonomi yang kuat dan berorientasi masa depan.

“Kerangka kerja seperti itu akan memperkuat keterlibatan yang konstruktif, mendorong rantai pasokan regional, dan mendorong inisiatif inovatif untuk memastikan hubungan ekonomi tangguh, aman, stabil, dan saling menguntungkan,” tutup pernyataan tersebut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya