Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban/Net

Global

Hongaria Putuskan Cabut dari ICC Jelang Kunjungan Netanyahu

JUMAT, 04 APRIL 2025 | 11:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Hongaria berencana menarik diri dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) hanya beberapa hari sebelum kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Budapest. 

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena ICC telah berubah menjadi pengadilan politik dan tidak lagi mencerminkan prinsip keadilan yang netral.

"Kami tidak ingin menjadi bagian dari lembaga yang telah menjauh dari prinsip hukum dan berubah menjadi alat politik," ujar Orban dalam konferensi pers seperti dimuat AFP pada Jumat, 4 April 2025. 


Keputusan ini datang di tengah sorotan tajam terhadap Netanyahu, yang menghadapi surat perintah penangkapan dari ICC atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober 2023.

Pada 21 November 2024, ICC secara resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya, Yoav Galant. 

Keduanya diduga terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk penggunaan kelaparan sebagai senjata perang, pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya terhadap warga sipil di Gaza.

Presidensi ICC menyampaikan keprihatinan mendalam atas langkah Hongaria. Dalam sebuah surat resmi yang dirilis pada hari Kamis, 3 April 2025 ICC mendesak Budapest untuk tetap memegang komitmennya terhadap Statuta Roma, yang menjadi dasar pendirian pengadilan tersebut.

"Sebagai anggota pendiri ICC, Hongaria memiliki tanggung jawab moral dan hukum untuk mendukung keadilan internasional. Kami mendesak pemerintah Hongaria untuk meninjau kembali keputusannya dan mempertahankan prinsip-prinsip Statuta Roma," demikian pernyataan Presidensi ICC.

Dengan keluarnya Hongaria, tekanan terhadap lembaga peradilan internasional tersebut semakin meningkat, di tengah upaya menegakkan hukum terhadap pelanggaran HAM berat dan kejahatan internasional.

Langkah ini juga menuai kritik dari kelompok-kelompok hak asasi manusia, yang menilai keputusan Hongaria sebagai bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab global dalam menegakkan keadilan.

Kunjungan Netanyahu ke Budapest, yang semula dijadwalkan sebagai agenda diplomatik bilateral, kini menjadi sorotan dunia karena dinilai berkaitan erat dengan manuver politik untuk menghindari konsekuensi hukum internasional.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya