Berita

Suasana Rakernas Golkar 2025/RMOL

Politik

Bahlil Berharap Kader Golkar Tidak Cari Selamat Sendiri-sendiri ketika Kapal Hadapi Gelombang

SABTU, 08 FEBRUARI 2025 | 13:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Polemik kebijakan pelarangan gas LPG 3 kg dijual pengecer turut disinggung dalam pidato Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di acara Rakernas 2025 partai berlambang beringin.  

Pasalnya, kebijakan itu menuai kritik karena dinilai menyengsarakan rakyat.

Dalam kesempatan itu, Bahlil menegur Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar, Bambang Patty Jaya yang hadir dalam Rakernas Partai Golkar 2025. Itu lantaran Komisi XII selaku mitra kerja Kementerian ESDM di DPR tak memberikan dukungan kepada dirinya. 


“Wakil Ketua Komisi XII ada? Eh, Ketua Komisi 12 ada? Bapak sebagai Ketua Komisi XII yang utamanya Partai Golkar ngomong juga seperti ini,” kata Menteri ESDM ini di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Sabtu 8 Februari 2025.

Bahlil lantas menyinggung kepemimpinan Partai Golkar yang sedang diuji buntut kebijakan gas LPG kg yang menuai kritik publik tersebut. 

Ia pun berharap para kader tidak mencari selamat sendiri-sendiri ketika “kapal besar” yang bernama Partai Golkar tengah menghadapi gelombang. 

“Hati-hati, ini ibarat sebuah kapal. Jangan teman-teman pikir kapal ini memasuk karam. Justru di sinilah nakhoda kapal melihat ABK dan penumpang kapal siapa yang bersama-sama saya. Saya ingin mau tahu aja,” tegasnya.

Menurut Bahlil, ketika partai sedang diuji seharusnya para kader semakin solid dan saling menguatkan. Ia lantas menyinggung loyalitas kader dengan mengibaratkan sebuah kapal yang sedang berlayar.

“Justru di momentum seperti ini, ini juga dalam strata itu ada instrumen menguji mana ABK dan anak buah kapal yang taat pada tujuan kapal dan mana yang memang melihat kapal miring meloncat. Atau mendorong-dorong kapal agar segera terbalik. Bila perlu nakhoda selesaikan duluan gitu,” ketus Bahlil. 

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa hal itu merupakan dinamika yang baginya adalah sebuah hal biasa. Sehingga, ia menganggap hal itu bukan suatu masalah yang besar.

“Cuma nahkoda yang satu ini kan sudah sering bermain di ombak-ombak itu. Jadi insya Allah, no problem. Nggak ada masalah, saya pikir,” ujarnya disambut tawa hadirin.

“Tapi itulah dinamika kita untuk Partai Golkar. Tapi saya yakinkan terhadap hal itu semua bahwa dinamika ini semakin mensolidkan kita, semakin perkokoh kita untuk mendukung pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran,” demikian Bahlil.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya