Berita

Rudal Patriot AS/Net

Dunia

AS Pindahkan Rudal Patriot dari Israel ke Ukraina

RABU, 29 JANUARI 2025 | 13:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat yang ada di Israel akan dipindahkan ke Ukraina pekan ini. 

Menurut tiga sumber yang dikutip Axios pada Rabu, 29 Januari 2025, AS tengah mentransfer sekitar 90 unit Patriot ke Polandia untuk kemudian dikirimkan ke Ukraina. 

"AS mentransfer sekitar 90 pencegat pertahanan udara Patriot dari Israel ke Polandia minggu ini untuk kemudian mengirimkannya ke Ukraina," ungkap laporan tersebut. 


Seorang juru bicara kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang anonim mengonfirmasi bahwa sistem Patriot telah dikembalikan ke AS, tetapi tidak mengetahui lokasi pasti rudal itu dipindahkan. 

"Kami tidak tahu apakah sistem itu dikirimkan ke Ukraina," ungkap sumber tersebut. 

Sementara seorang juru bicara Pentagon belum bisa memberikan infomasi apapun tentang pemindahan Patriot. 

"Kami telah melihat laporan tersebut tetapi tidak dapat memberikan informasi apa pun saat ini," ujarnya. 

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada hari Selasa, 28 Januari 2025 bahwa ia telah berbicara dengan Netanyahu. 

Mereka membahas Timur Tengah, hubungan bilateral, dan Presiden AS Donald Trump, yang mulai menjabat minggu lalu. Postingan tersebut tidak menyebutkan rudal tersebut.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya