Berita

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)/Ist

Nusantara

BKN Harus Batalkan Kelulusan Peserta PPPK Curang

SENIN, 13 JANUARI 2025 | 03:58 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Panitia seleksi Calon ASN Kabupaten Pesisir Barat akan segera melayangkan surat permohonan penundaan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) terhadap peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lulus seleksi yang diindikasi bermasalah.

Hal tersebut merupakan salah satu tindaklanjut Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terkait adanya dugaan pelanggaran dalam rekrutmen PPPK 2024 di lingkungan pemkab setempat.

Pj. Sekkab Pesisir Barat, Jon Edwar, yang juga Ketua Timsel ASN mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta Inspektorat untuk mengambil tindakan serius terhadap adanya dugaan pelanggaran dalam pemberian rekomendasi para peserta seleksi rekrutmen PPPK Tahun 2024 di lingkungan Pemkab Pesisir Barat.


"Sebelumnya kami sudah melakukan verifikasi dan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang bersangkutan," kata Jon.

"Jika nanti dalam upaya verifikasi dan pemanggilan dimaksud ditemukannya hal-hal yang berdampak terhadap kerugian dari para peserta, maka kami akan segera menindaklanjutinya dengan mengusulkan ke BKN untuk dilakukan pencabutan dan pengembalian hak kepada peserta yang selama ini dirugikan," kata Jon.

Secara spesifik, Jon juga menerangkan alasan permasalahan dimaksud ditangani oleh Inspektorat. Hal itu dikarenakan dokumen yang dikumpulkan para peserta diinput secara online di laman resmi yang sudah disiapkan.

Sehingga panitia hanya bisa menerima dokumen tersebut tanpa bisa melakukan verifikasi di lapangan dan penindakan terhadap suatu pelanggaran sebelum berlangsungnya proses seleksi rekrutmen PPPK.

"Maka dari itu Inspektorat diminta melakukan verifikasi terhadap dokumen para peserta yang disampaikan melalui laman resmi tersebut, sehingga kita (Pemkab Pesisir Barat) memiliki bukti-bukti yang kuat manakala terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Jon.

Masih kata Jon, terhadap adanya indikator kesalahan yang dilakukan para pemberi rekomendasi dalam rekrutmen seleksi PPPK kali ini, pihaknya memastikan akan memberikan tindakan tegas.

"Karena bagaimana pun juga hal-hal semacam ini termasuk dikategorikan pelanggaran disiplin pegawai, dimana seharusnya dia harus bisa memaksimalkan pelayanannya terhadap masyarakat tanpa merugikan masyarakat lainnya yang menerima layanan dari pemerintah daerah," kata Jon.

Terkait adanya peserta seleksi yang diduga dobel job, menurut Jon, permasalahan tersebut tetap akan dikembalikan dengan aturan yang telah ditetapkan.

"Segera kita sampaikan berkaitan dengan langkah-langkah yang akan kita lakukan, dan permasalahan tersebut juga sudah disampaikan kepada Inspektorat," ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Jon bahwa Inspektorat akan melakukan verifikasi adanya indikasi pelanggaran seperti pemalsuan data bahkan dobel job tersebut baik melalui laporan langsung secara lisan atau tertulis.

"Sejauh ini terdapat beberapa nama yang akan diusulkan untuk dilakukan penundaan, dan indikasi yang ditemukan beragam, mulai dari rekomendasi, dobel job dan beberapa permasalahan yang mengarah pada kecurangan," pungkas Jon dikutip RMOLLampung.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya