Berita

Ilustrasi

Tekno

India Dalami Kecerdasan Buatan dan Pelopori Teknolgi 6G

JUMAT, 03 JANUARI 2025 | 04:30 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Sektor telekomunikasi India tengah mendalami Kecerdasan Buatan (AI) dan memelopori kemajuan 6G dengan basis pelanggan sebesar 1,2 miliar. Sektor ini telah berada pada lintasan pertumbuhan yang luar biasa dengan rata-rata penggunaan data nirkabel bulanan melonjak hingga 21,30 GB per pengguna pada Oktober 2024.

Menurut Asosiasi Operator Seluler India (COAI), penyebaran lebih dari 4.60.592 lokasi BTS 5G telah mendorong jumlah pengguna 5G melewati 125 juta, dengan proyeksi memperkirakan kenaikan hingga 350 juta pada tahun 2026. Akses Nirkabel Tetap (FWA), kasus penggunaan 5G yang utama, juga mengalami adopsi yang cepat, mencapai hampir 3 juta koneksi dalam setahun.

“Sektor telekomunikasi, yang berkontribusi signifikan terhadap PDB India dan menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 4 juta orang, kini tengah mendalami AI  dan memelopori kemajuan 6G,” tulis Entrepreneur.Com dalam laporan baru-baru ini.


Lebih dari 55 persen perusahaan TMT (Teknologi, Media, dan Telekomunikasi) di India telah mengintegrasikan AI sepenuhnya, dengan 37 persen lainnya dalam fase penskalaan, menurut KPMG India. Melalui inisiatif Bharat 6G Vision, pemerintah bertujuan untuk mengamankan 10 persen paten 6G global dan secara aktif mendorong penelitian melalui pendanaan untuk uji coba lanjutan dan mengevaluasi proposal untuk mempercepat pengembangan ekosistem. Menurut COAI, terlepas dari tonggak sejarah ini, industri telekomunikasi menghadapi rintangan yang signifikan.

Pembangkit Lalu Lintas Besar (LTG) membebani jaringan, memaksa Penyedia Layanan Telekomunikasi (TSP) untuk berinvestasi Rs10.000 crore pada tahun 2023. Kurangnya kontribusi LTG telah merugikan kas negara India Rs800 crore dalam iuran dan pajak AGR.

Badan Industri juga mengeluhkan tentang platform komunikasi OTT yang tidak diatur. COAI mengatakan hal itu menciptakan kesenjangan, karena TSP mematuhi norma keamanan yang ketat.

Menegakkan aturan ketertelusuran dan privasi untuk layanan OTT sangat penting untuk memastikan keadilan. Pita spektrum 6 GHz, yang penting untuk 5G, memerlukan alokasi segera ke jaringan seluler, sementara kekhawatiran atas router Wi-Fi 6E yang tidak sah yang dijual daring juga menuntut penyelesaian. Kendala infrastruktur, tantangan RoW, dan gangguan spektrum menghambat peluncuran jaringan, dengan norma QoS yang baru diusulkan dipandang tidak praktis oleh TSP.

Sementara TSP mematuhi arahan TRAI untuk mengekang spam, memperluas peraturan UCC ke layanan OTT sangat penting untuk mengatasi akar penyebab panggilan dan pesan yang mengganggu.

COAI mendesak lelang spektrum yang transparan untuk mengintegrasikan D2M dengan jaringan telekomunikasi, menentang pembentukan jaringan penyiaran mandiri.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

KPK Benaran Sakit Jiwa, Gedung Merah Putih Mending untuk Merawat ODGJ

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Harga Minyak Dunia Menetap di Level 84 Dolar AS

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:17

Kejaksaan Agung Casablanca Bebaskan A.M. demi Jaga Objektivitas Proses Hukum

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:16

Usulan Nasdem Naikkan Ambang Batas Diduga untuk Jegal PSI

Jumat, 17 Juli 2026 | 10:14

Komisi XII DPR: Kelangkaan BBM di Sumut Bukan Persoalan Biasa

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:58

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Dolar AS Melemah ke Rp17.943

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:45

Pertarungan Bisnis Adidas-Nike dan Pundi Pundi FIFA di Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:44

Pulau Baai Butuh Solusi Permanen, Bukan Pengerukan Berulang

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:39

Emas Antam Anjlok Rp27.000, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:31

Bobby Adhityo Dicecar KPK soal Pengaturan Temuan Audit BPK

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:26

Terungkap, 307 Ribu QR Code BBM Subsidi Bermasalah Diblokir

Jumat, 17 Juli 2026 | 09:17

Selengkapnya