Berita

Bom rakitan yang berhasil diamankan FBI dari gudang di pedesaan Virginia, Amerika Serikat/Net

Dunia

FBI Bongkar Gudang Bom Rakitan Terbesar di Pedesaan Virginia

RABU, 01 JANUARI 2025 | 15:32 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebih dari 150 bom rakitan berhasil ditemukan FBI di sebuah gudang di wilayah pedesaan Virginia, Amerika Serikat. 

Pemilik gudang di lahan pertanian di Isle of Wight County, Virginia, Brad Spafford berhasil ditangkap. Ia dilaporkan menimbun senjata dan amunisi rakitan di properti yang ia tempati bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil.

FBI dalam laporannya menyebut beberapa perangkat ditemukan di kamar tidur dalam tas ransel. 


"Bom tersebut dinilai awal sebagai penyitaan terbesar berdasarkan jumlah alat peledak yang sudah jadi dalam sejarah FBI," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat BBC pada Rabu, 1 Januari 2025.

Menurut dokumen pengadilan, Spafford diduga menggunakan foto Presiden AS Joe Biden untuk latihan menembak dan menyatakan harapan agar Wakil Presiden Kamala Harris dibunuh.

Ia baru-baru ini mencari kualifikasi dalam menembak senapan runduk di lapangan tembak lokal. 

Seorang tetangga yang tidak disebutkan namanya melaporkan Spafford terus membuat bom bahkan setelah kehilangan tiga jari di tangan kanannya pada tahun 2021 saat bekerja dengan alat peledak rakitan. 

"Tetangga tersebut, yang dulu bekerja di bidang penegakan hukum, mengenakan alat perekam saat berkunjung ke pertanian seluas 20 hektar milik Spafford awal tahun ini," ungkap penyidik. 

Bukti yang dikumpulkan oleh tetangga tersebut membuat agen FBI menggeledah properti tersebut, dan menemukan bahan peledak yang tersebar di sekitar rumah.

Penilaian awal FBI menemukan bahwa perangkat tersebut adalah "bom pipa". Sebagian besar berada di garasi terpisah, dan disortir berdasarkan warna. Beberapa diberi label "mematikan".

Beberapa bom ditemukan dimuat ke dalam rompi yang dapat dikenakan. 

Lebih banyak bom "ditemukan sama sekali tidak terikat di dalam ransel" di rumah tersebut. Bagian luar ransel tersebut diberi label "#nolivesmatter". 

Nolivesmatter adalah gerakan yang mempromosikan ideologi ekstremis, serangan terarah, pembunuhan massal, dan aktivitas kriminal, dan telah mendorong anggotanya untuk melakukan tindakan menyakiti diri sendiri dan menyiksa hewan, menurut Kantor Keamanan Dalam Negeri dan Kesiapsiagaan New Jersey.

Selain bom pipa, penyidik ??mengatakan mereka menemukan toples berisi bahan peledak yang sangat mudah menguap bernama HMTD, yang menurut FBI sangat tidak stabil sehingga dapat meledak hanya dengan perubahan suhu dan tidak memerlukan detonator untuk meledak.

Toples berisi HMTD itu diberi label "Berbahaya" dan "Jangan Disentuh", dan disimpan dalam lemari pembeku di samping makanan yang dapat diakses oleh anak-anak, menurut dokumen pengadilan.

Pengacara Spafford membantah kliennya membahayakan masyarakat dan sedang mengupayakan pembebasan dari penahanan praperadilan.

"Tidak ada sedikit pun bukti dalam catatan bahwa Spafford pernah mengancam siapa pun dan pendapat bahwa seseorang mungkin dalam bahaya karena pandangan dan komentar politiknya tidak masuk akal," tulis pengacara tersebut.

Tersangka sejauh ini hanya didakwa memiliki senapan laras pendek yang tidak terdaftar, meskipun penyidik ??mengatakan kemungkinan akan ada lebih banyak dakwaan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Titik Terang di Beltim, PT Timah Diperbolehkan Beli Timah Rakyat

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38

Mantri BRI Rela Terobos Kabut dan Jalan Terjal demi Jaga Asa Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:21

Alunan Bella Ciao Iringi Pembubaran Demo BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:57

BEM UI: Kemerdekaan Indonesia Masih Semu

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:45

Serba-Serbi Demo, Intel Cegat Massa Tak Berseragam Merapat Barisan BEM UI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:39

Peringatan Dini BMKG Modal Penting Hadapi Karhutla

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:28

MES Siapkan Jurus Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:13

Budaya KKN dan Koncoisme Penghalang Cita-cita Merdeka

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:00

Waspada! El Nino Tahun Ini Lebih Kuat dari 2015

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:48

Said Abdullah: Rekam Jejak Destry-Aida Jadi Modal Pimpin BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:38

Selengkapnya