Berita

Forum Penyelamat Eksistensi (Formasi) Kagama/Ist

Bisnis

Formasi Kagama Gagas Pembentukan Himpunan Pengusaha dan Profesional

SABTU, 28 DESEMBER 2024 | 00:03 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam upaya memperkuat jaringan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lulusan yang kesulitan mencari pekerjaan, sejumlah alumni menggelar pertemuan terbatas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Tergabung dalam Forum Penyelamat Eksistensi (Formasi) Kagama, pertemuan alumni lintas fakultas ini antara lain menjajaki ide pembentukan semacam himpunan pengusaha dan profesional, yang beranggotakan alumni UGM dari berbagai sektor.

Pegiat Formasi Kagama, Lalu Wildan yang hadir dalam pertemuan, gagasan pendirian himpunan pengusaha dan profesional itu diangankan dapat menjadi momentum penting untuk memaksimalkan potensi alumni UGM, antara lain dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.


"Himpunan ini merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak alumni UGM untuk bersinergi. Melalui jaringan ini, kita dapat menciptakan peluang kerja, meningkatkan kompetensi, dan mendorong alumni menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar Wildan dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat, 27 Desember 2024.

Ia menambahkan, organisasi ini hadir dengan visi besar untuk menjadi wadah strategis bagi pengusaha dan profesional alumni UGM. 

“Kami ingin membangun ekosistem alumni yang solid. Tidak Cuma omon-omon, tetapi saling mendukung dan memberikan dampak nyata. Tidak hanya bagi lulusan UGM, tetapi juga bagi pembangunan bangsa secara keseluruhan,” tambahnya.

Lebih jauh, himpunan ini akan membangun kerja sama keterkaitan (linkage) lintas alumni berbagai perguruan tinggi dan berkolaborasi dengan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung visi-misi Asta Cita.

Lalu Wildan mengatakan, gagasan yang dibahas dalam pertemuan Menteng antara lain berfokus pada tiga program utama. Yakni, penguatan jaringan alumni, penyediaan lapangan kerja, dan pengembangan kompetensi.

Program pertama, lanjut Wildan, melalui platform berbasis teknologi seperti aplikasi dan portal alumni, organisasi ini akan mendata dan menghubungkan alumni UGM di berbagai sektor. 

“Kami ingin memastikan setiap alumni, baik di dalam negeri maupun luar negeri, memiliki akses yang sama untuk terhubung dan berkolaborasi,” jelas Wildan.

Untuk memperkuat jaringan, banyak usulan kegiatan yang bisa dilakukan, seperti mengadakan forum bisnis, seminar, dan temu alumni regional untuk memperluas jaringan kerja alumni. 

"Muncul juga ide mendirikan koperasi alumni UGM, semisal beranggotakan 100 ribu sarjana. Kalau terwujud, bisa dahsyat kekuatan ekonominya. Untuk mengelolanya, kita memiliki banyak SDM profesional di semua bidang," tutur pengusaha properti di Lombok - NTB ini.

Program berikut, yang sekaligus menjadi salah satu prioritas utama organisasi, adalah membantu lulusan UGM yang kesulitan mencari pekerjaan. 

“Kita bisa mengelola portal lowongan kerja khusus alumni, serta mempertemukan mereka dengan perusahaan-perusahaan tempat alumni senior bekerja,” beber Wildan, seraya menyebut program ini perlu dilengkapi dengan bimbingan karir dan peluang magang.

Sedangkan terkait urgensi untuk meningkatkan daya saing, dibahas perlunya menggelar pelatihan, sertifikasi, kewirausahaan, dan inkubasi bisnis. 

“Teman-teman di Formasi Kagama percaya, kompetensi adalah kunci untuk bertahan di dunia kerja. Dengan mendukung pengembangan keterampilan alumni, diharapkan mereka bisa berkontribusi lebih besar di sektor masing-masing,” imbuhnya.

Lalu Wildan, yang didampingi koordinator Formasi Kagama Defiyan Cori, bersama sejumlah pegiat lain seperti Alven Stony, Iwan Manasa, dan M. Nurkhoiron, merasa bersyukur lantaran mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Termasuk, tokoh-tokoh alumni lintas generasi yang telah sukses di dunia bisnis dan profesional. 

"Tentu, dalam waktu dekat, kami akan lebih proaktif menggalang dukungan konkret dari para alumni. Buat kami, istilah 'migunani' yang selama ini identik dengan organisasi alumni UGM akan terwujud nyata bila alumni dari berbagai generasi dan keahlian turun tangan untuk memastikan organisasi berjalan sesuai tujuannya,” ungkap Wildan.

Mantan deputi di Kemenpora ini menegaskan, himpunan pengusaha dan profesional itu nantinya tidak sebatas menjadi organisasi, tetapi juga gerakan pemberdayaan alumni yang inklusif. 

“Kami ingin semua alumni ikut merasa memiliki. Himpunan ini kita bayangkan menjadi ruang kolaborasi yang terbuka bagi pengusaha, profesional, dan siapa saja yang ingin berkontribusi,” ucapnya.

Ia juga berharap, himpunan pengusaha dan profesional itu dapat menjadi model organisasi alumni yang inovatif dan berdampak luas. 

“Melalui himpunan ini kita bisa membuktikan bahwa alumni UGM tidak hanya andal secara individu, tetapi juga mampu membangun komunitas yang kuat dan berpengaruh,” pungkas Wildan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya