Berita

Pemimpin Redaksi ABNNews Ali Akbar Soleman (kiri) memberikan cenderamata kepada Wasekjen MUI, Ikhsan Abdullah/Ist

Nusantara

MUI Ingatkan Media Online Cerdas, Bijak dan Tangguh

KAMIS, 12 DESEMBER 2024 | 18:55 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perkembangan media massa, khususnya media online, saat ini semakin berbahaya, apalagi menghadapi era digital.

Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bidang Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ikhsan Abdullah saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja (Raker) ABNnews di Jakarta, Rabu 11 Desember 2024.

"Karena saat ini berita atau informasi arusnya sangat deras," kata Ikhsan dikutip Kamis 12 Desember 2024.


Menurut Ikhsan, setiap hari berita muncul dalam jumlah miliaran.  Sehingga tidak aneh bila kemudian terjadi disruption atau perubahan yang sangat cepat. 

“Saya kira perlu ketangguhan yang harus dimiliki agar bisa bertahan. Ini perlu, walaupun kita berdoa,” kata Ikhsan.

Sementara itu Direktur Utama PT Three R yang menaungi ABNNews, Handini Wulan mengatakan, sejarah telah mengajarkan bahwa media massa adalah salah satu pilar penting dalam peradaban manusia. 

Menurutnya, media massa sebagai penyampai kebenaran, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa jiwa-jiwa masyarakat kita terus tumbuh dalam cahaya tersebut. 

“Kita semua di sini adalah bagian dari misi besar itu. Kita bukan sekadar kru media, tetapi pejuang demokrasi," kata Handini.

Handini menekankan, media massa sebagaimana yang sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi, adalah benteng terakhir bagi tegaknya keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. 

"Peran ini bukan hanya mulia, tetapi juga berat, karena di pundak kita terpikul harapan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jujur, seimbang, dan berintegritas,” kata Handini.

Raker turut dihadiri Pemimpin Redaksi ABNNews, Ali Akbar Soleman Batubara.



Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya