Berita

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi didampingi Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat jumpa pers di kantornya di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 11 November 2024/RMOL

Bisnis

Kemenkop Beri Solusi Atasi Krisis Penyerapan Susu Peternak Lokal

SENIN, 11 NOVEMBER 2024 | 16:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kekecewaan para peternak susu terkait kebijakan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang mengurangi tonase penerimaan susu dari produsen lokal direspons Kementerian Koperasi (Kemenkop).

Akibat kebijakan ini, pasokan susu segar melimpah dan tak terserap, menyebabkan peternak sapi perah mengalami kerugian, terutama di daerah Boyolali dan Pasuruan.

Menurut Budi Arie, permasalahan rantai pasok industri pengolahan susu merupakan persoalan lama yang semakin mencuat seiring perubahan dalam perniagaan susu segar. 


Kemenkop berupaya menengahi masalah ini dengan melakukan sejumlah langkah konkret. Di antaranya duduk bersama dengan kementerian terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pertanian serta Kementerian Investasi.

"Ini untuk memastikan produk susu segar dalam negeri diserap semaksimal mungkin oleh industri pengolahan susu," kata Budi Arie didampingi Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono di kantornya di Karet Kuningan, Jakarta Selatan, Senin 11 November 2024.

Lanjut dia, Kemenkop juga akan menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah guna memonitor dan mengevaluasi pola pengolahan dan perdagangan susu segar.

“Kemenkop juga mendorong perbaikan pola kemitraan antara koperasi produksi susu segar dengan IPS," ungkap Ketua Relawan Projo itu.

Kemenkop juga meminta Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk segera mengambil langkah jangka pendek guna membantu koperasi susu segar di Boyolali dan Pasuruan.

"Serta meminta LPDB kesiapan koperasi susu segar sebagai rantai pasok makan bergizi gratis," tutup mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Hari Buruh, Wall Street Libur

Selasa, 08 September 2026 | 08:29

Krakatau Steel Rombak Direksi, Segini Pendapatan KRAS Semester I-2026

Selasa, 08 September 2026 | 08:15

Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dekati 100 Dolar AS

Selasa, 08 September 2026 | 07:57

OJK Wajibkan Free Float 15 Persen, Tegaskan Transparansi Tanpa Kompromi

Selasa, 08 September 2026 | 07:40

Saat Batu Bara Tertekan, UNTR Makin Mesra dengan Emas

Selasa, 08 September 2026 | 07:21

Anak Krakatau Erupsi, Kursi Bos Krakatau Steel Berganti

Selasa, 08 September 2026 | 07:01

Nellava Group dan Emas Now Pilih Jalur Hukum Hadapi Serangan di Ruang Digital

Selasa, 08 September 2026 | 06:50

Pemerintah Dituntut Siapkan Anggaran dan Kesiapsiagaan Logistik terkait Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 06:09

Kewajiban Moral Lindungi Rakyat dari Manipulasi Harga dan Mutu Beras

Selasa, 08 September 2026 | 05:44

Empat Pejabat Kejagung Diduga Terima Rp40 Miliar dari Tan Kian, Ini Tanggapan Kapuspenkum

Selasa, 08 September 2026 | 05:27

Selengkapnya