Berita

Buronan internasional asal China, LQ, digiring petugas usai diamankan di Bandar Udara Ngurah Rai, Denpasar, Bali/RMOL

Hukum

Begini Cara Imigrasi Menangkap Buronan Asal China

KAMIS, 10 OKTOBER 2024 | 19:58 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Proses penangkapan buronan internasional asal China berinisial LQ terbilang singkat. Menggunakan teknologi facial recognition yang terpasang di seluruh bandara internasional, LQ dengan mudah diketahui saat memasuki Indonesia.
 
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Silmy Karim menjelaskan, LQ adalah penipu 50 ribu korban dan meraup Rp210 triliun. LQ ditangkap di Bandara Ngurah Rai Bali pada Selasa, 1 Oktober 2024.

LQ diketahui masuk ke Indonesia menggunakan maskapai Singapore Airlines SQ 0944 yang tiba pukul 19.00 WIB pada Kamis, 26 September 2024.


Tim kemudian melakukan penelusuran dan identifikasi para penumpang melalui teknologi facial recognition.
Ditambah, seluruh tempat pemeriksaan Imigrasi di Indonesia telah terintegrasi dengan Interpol Global Police Communication System (IGCS).

Artinya, data LQ yang masuk red notice Interpol sudah ada di setiap bandara.

ICGS sendiri merupakan jaringan komunikasi interpol yang beroperasi selama 24 jam dan 7 hari sepekan yang terhubung dengan autogate yang telah dioperasikan di sejumlah bandara dan pelabuhan utama di Indonesia. 

"Pemeriksaan keimigrasian menggunakan autogate menggabungkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dan Border Control Management (BCM). Jadi meskipun autogate ini memudahkan pelintas karena hanya perlu lima belas detik untuk pemeriksaan keimigrasian, tidak berarti aspek keamanan dikesampingkan," jelas Silmy Karim di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Oktober 2024.

Saat LQ melintas autogate, data dirinya pun muncul dalam daftar cekal, atau red notice interpol.

"Kalau mereka masuk dalam daftar tersebut, otomatis merah. Enggak bisa melintas. Ini terbukti dalam kasus LQ ini," papar Silmy.

Silmy juga menegaskan bahwa Ditjen Imigrasi terus melakukan peningkatan sistem keamanan perlintasan agar pengawasan keimigrasian berjalan dengan semakin efektif dan efisien.

"Saya tegaskan sekali lagi. Indonesia bukan destinasi pelarian buron internasional. Kami akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum baik nasional maupun internasional untuk memastikan hal tersebut," tutup Silmy Karim.

Kini, pihak Imigrasi menyerahkan LQ ke Polri melalui Divisi Hubungan Internasional.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya