Berita

Ariza Ingatkan Kader dan Relawan untuk Antisipasi Kecurangan Pilkada

Politik

Ariza Ingatkan Kader dan Relawan untuk Antisipasi Kecurangan Pilkada

MINGGU, 06 OKTOBER 2024 | 02:59 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seluruh kader Partai Gerindra diminta untuk bekerja maksimal untuk memenangkan pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (Rido). 

Karena itu, Ketua Tim Pemenangan Pasangan Rido, Ahmad Riza Patria, meminta kadernya tak hanya berdiam diri. Namun bangun dan bergerak melakukan pekerjaan besar. Struktur, saksi, dan media sosial merupakan kekuatan utama yang bisa diupayakan.

"Tidak boleh juga kita menganggap enteng, tidak boleh lengah. Semuanya harus ikuti dengan niat yang baik. Jadi gitu kekuatan pertama struktur. Kekuatan kedua saksi. Kekuatan yang ketiga adalah media sosial," kata Ariza, sapaan akrabnya, di acara peresmian kantor baru DPD Gerindra di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/10).


Ariza kemudian menyinggung yang disebutnya pengalaman zaman Ahok. Dia menyebut saat itu beredar fenomena kresek merah. Namun, dia tak menjelaskan lebih jauh perihal itu.

"Kita punya pengalaman zaman dulu Ahok itu H-1, 2, 3, itu beredar kresek merah. Sembako luar biasa isinya itu, sampai mau muntah kali di tiap pintu-pintu rumah waktu itu saya ingat," ungkap Riza.

"Waktu itu pas hujan kan, itu hari-hari pemilihan itu pas hujan. Jadi penuh sekali. Sementara kita sudah declare tidak akan ada money politic dan lain-lain. Nah ini penting sekali," sambung dia.

Karena itu, dia meminta kader seluruh partai pendukung untuk mengantisipasi kecurangan yang ada.

"Nah ini bahaya sekali. Ini juga tolong teman-teman menjadi perhatian, kalau lihat pengalaman sebelumnya tetangga sebelah itu berani dia. Berani sembako dengan jumlah yang besar dan masif dan tidak mikir salah pokoknya dilakukan. Nah itulah. Ini menjadi perhatian," pungkas Ariza.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya