Berita

Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf/Ist

Bisnis

Ekspor Produk Elektronik Rumah Tangga Indonesia Meningkat ke Pasar Mesir

SENIN, 30 SEPTEMBER 2024 | 00:02 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pasar peralatan elektronik rumah tangga tersegmentasi menjadi peralatan rumah tangga utama seperti lemari pendingin, oven, mesin pembuat kopi dan teh, pengolah makanan, water dispenser, pemanggang roti, penyedot debu, blender, mixer dan setrika. 

Produk elektronik rumah tangga produksi Indonesia ini digemari hingga mancanegara, seperti Mesir. Ini karena kualitas produk yang baik dengan harga terjangkau.

“Ini membuktikan kualitas produk-produk kita tidak kalah dengan negara lain dan mendapat respons yang baik dengan harga yang kompetitif di pasar Mesir,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Dr. Lutfi Rauf dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu malam (29/9). 


Hal ini dipaparkan Dubes RI untuk Mesir ini dalam Forum Bisnis dan Malam Apresiasi Agen dan Distributor Produk Elektronik Indonesia dan Sosialisasi Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 yang digelar di Hall Jaz Makadi Star Resort, Hurghada yang berlangsung pada 28 September 2024.

Pendiri perusahaan UK Device Manufacturing, Ahmad Ragab Al Kalla, pemegang merek dagang Black & White yang juga penerima Trophy Primaduta Award dari pemerintah Indonesia secara lugas memuji kualitas produk elektronik Indonesia. 

Ini berarti produk Indonesia terbukti memenuhi selera konsumen Mesir. Pihaknya mengimpor produk elektronik yang sudah jadi dan ada juga yang berbentuk komponen elektronik dan dirakit di pabrik kawasan Industri 6 October City, Giza.

“Para pelanggan baik di Utara hingga Selatan Mesir sangat menggemari produk elektronik rumah tangga Indonesia karena mampu bersaing dengan kualitas elektronik brand - brand ternama dunia,” ungkap Kalla.

Ahmad Kalla dalam 10 tahun terakhir telah memegang keagenan tunggal sejumlah merek dagang produk elektronik rumah tangga Indonesia untuk pasar Mesir diantaranya, Maspion, Polytron, Miyako dan OK Appliances.

Lebih lanjut, Dubes Lutfi mengapresiasi kerja sama dagang yang sudah dibangun UK Device Manufacturing Mesir dengan pihak Indonesia. Tanpa ketekunan grup importir asal Provinsi Manoufiya ini, performa kualitas produk Indonesia tidak akan dapat dirasakan publik Negeri Para Nabi ini. 

“Selaku Duta Besar RI di Kairo, saya mengapresiasi usaha keras keluarga Besar Ahmed Ragab Kalla yang telah membangun persaudaraan jiwa dan juga persaudaraan produk  yang  mempromosikan lebih banyak lagi aneka ragam produk elektronik Indonesia,” urai Dubes Lutfi.

Dubes Lutfi juga merespons terkait masih tingginya bea masuk barang elektronik rumah tangga ke Pasar Mesir yang mencapai 60 persen, hal ini telah menjadi salah satu pokok pembahasan dalam sidang pertama Joint Trade Committee (JTC) Indonesia - Mesir pada 31 Juli 2024 yang lalu, dan harapan kedua negara agar segera terlaksana pembahasan pengurangan tarif dan Free Trade Agreement kedua negara.

Atase Perdagangan KBRI Kairo, M. Syahran Bhakti S menambahkan pada Januari-Juni 2024, Indonesia sebagai negara pengekspor produk elektronika, lemari pendingin urutan ke-7 yang masuk ke pasar Mesir. Pada Januari-Juni 2024 ekspor produk elektronik lemari pendingin HS Code (8418) asal Indonesia sebesar USD 5,45 juta atau meningkat 87,87 persen dibanding periode yang sama tahun 2023 sebesar USD 2,9 juta. Atdag Syahran menunjukkan dengan adanya peningkatan ekspor ini masih memberi peluang yang besar masuknya beragam produk elektronika Indonesia ke Pasar Mesir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya