Berita

Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso/Ist

Politik

Jokowi Berhasil Jaga Kestabilan Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

SENIN, 09 SEPTEMBER 2024 | 05:04 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan yang relatif stabil dan cukup tinggi untuk level rata-rata global, meski terus berhadapan dengan dinamika dan volatilitas dimana inflasi tinggi secara global, suku bunga melonjak 500 basis poin di Amerika Serikat, dan capital outflow serta dolar yang menguat. 
  
Jika dibandingkan berdasarkan data yang ada tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level di atas 5 persen yaitu 5,05 persen pada tahun 2023 dan 5,2 persen di tahun 2024.    

Demikian disampaikan Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam pesan tertulisnya di Jakarta yang dikutip Senin (9/9).


Menurutnya, ekonomi Indonesia pada Q2-2024 tumbuh sebesar 5,05 persen (YoY), 3,79 persen (QtQ), atau sebesar 5,08 persen (CtC) di Semester I-2024. 
 
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia didukung oleh tingkat inflasi yang rendah dan terkendali di level 2,12 persen pada Agustus 2024," kata Susiwijono.

Sementara, kekuatan ekonomi domestik terus menjadi pendorong utama, terutama melalui Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), yang memberikan kontribusi total lebih dari 80 persen terhadap PDB.

Sejumlah Leading Indicators Perekonomian Indonesia masih mengindikasikan prospek pertumbuhan yang baik dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di zona Optimis (Juli 2024: 123,4%), sedangkan Indeks Penjualan Riil terus positif (Juli 2024: 4,43%). 

"Meski PMI Manufaktur sedikit mengalami kontraksi (Agustus 2024: 48,9%), namun hal ini sejalan kondisi global yang challenging," kata Moegiarso.

Surplus Neraca Perdagangan terus berlanjut (Juli 2024: 472 juta dolar AS, 51 bulan surplus berturut-turut), dan Cadangan Devisa terus meningkat (Agustus 2024: 150,2 miliar dolar AS).

"Kondisi ini mencerminkan ketahanan ekonomi yang solid," Susiwijono.

Pemerintah menargetkan Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,2 persen dalam APBN 2024, sebagai landasan pencapaian tujuan jangka panjang 2025-2045 dan titik awal untuk akselerasi pertumbuhan rata-rata sebesar 6%-7% dalam 20 tahun mendatang?.
 
Artinya untuk mencapai target pertumbuhan 2024, maka masih ada gap pertumbuhan sekitar 5.2-5.4 persen yang harus dicapai di Semester II-2024.

Di sisi lain, kata Susiwijono, permintaan dalam negeri masih menjadi kontributor utama pertumbuhan, di tengah lemahnya permintaan global, maka harus dirumuskan stimulus lanjutan untuk mendorong daya beli atau konsumsi masyarakat dan investasi di jangka pendek.
 
Sementara itu, kebijakan maupun strategi Pemerintah dalam mendorong Pertumbuhan Ekonomi di tahun 2024 di antaranya: 1. Pemberian Stimulus berupa PPN DTP untuk Sektor Properti, 2. Pemberian Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dan 3.Evaluasi PPnBM-DTP Otomotif EV. 

Susiwijono juga mengungkapkan Keberhasilan era Pemerintahan Joko Widodo saat ini adalah penurunan rasio kemiskinan termasuk dalam  kemiskinan ekstrem dan pengangguran. 
 
Berdasarkan data yang ada Pada Maret 2024, Tingkat Ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,379 persen, menurun 0,009 poin dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2023 sebesar 0,388 dan menurun 0,002 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,381 persen.
 
Ditambahkannya lagi bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 25,22 juta orang, turun 0,68 juta orang terhadap Maret 2023.  
 
Penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, turun 0,33 persen poin terhadap Maret 2023. Penurunan terjadi hampir di seluruh provinsi.

Sedangkan kemiskinan ekstrem (konsumsi <1,90 PPP dolar AS/hari) turun dari 6,18% pada tahun 2014 menjadi 0,83% pada tahun 2024.

Tingkat pengangguran juga turun ke level 4,82 persen pada Februari 2024 (Februari'15= 5,81%) dan terjadi peningkatan jumlah orang yang bekerja sebanyak 3,55 juta orang selama periode Februari 2023 ke Februari 2024.





Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya