Berita

Ilustrasi/Net

Publika

IMM Masa Depan, Katalis Perubahan Global

OLEH: MUHAMMAD MIZAN AL ARAAF*
KAMIS, 05 SEPTEMBER 2024 | 19:02 WIB

PADA saat itu, saya berbincang dengan ketua Umum DPP IMM yaitu Riyan Betra Delza di sudut kafe Jakarta dengan suasana dengan penuh aroma kopi dan diskusi hangat dalam perbincangan kami tentang masa depan IMM yang di mana mampu menjadi katalisator perubahan global.

Kami bermimpi bagaimana pesan dakwah tidak hanya menyebar di seluruh daerah Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Bagaimana kita bisa memberikan syiar dakwah dengan gaya modern dan dapat diterima berbagai kalangan terkhususnya milenial dan generasi z.

Dalam mengaktualisasi gerakan masa depan dan katalisator perubahan sesuai cita-cita Muhammadiyah kami harus meningkatan kualitas kader yang tidak hanya berpotensi dalam kemajuan pembangunan negara tapi mewujudkan mencetak kader potensial yang mampu menjadi pemimpin global.


IMM tidak hanya berperan sebagai pengembangan mahasiswa Muhammadiyah, tetapi menjadi aktor utama dalam berkontribusi secara signifikan terhadap kemajuan bangsa baik dari sektor ekonomi maupun politik.

Pendekatan empiris isi perbincangan kami bahwa IMM memiliki potensi yang sangat luar biasa sebagai Solusi dalam permasalahan lokal maupun global. Sesuai dengan slogan organisasi yaitu Anggun dalam Moral dan unggul dalam intelektual, tentu IMM mempunyai komitmen yang tinggi dalam memberikan dampak yang positif dengan menjadi katalis perubahan melalui integrasi nilai-nilai lokal dengan pemahaman global.

Tantangan Kebangsaan

Dalam era globalisasi yang semakin kompleks, dunia menghadapi rintangan yang sangat besar sehingga membutuhkan perhatian khusus terkhususnya di Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang menghadapi tantangan besar baik dari bidang ekonomi, politik dan sosial yang menghambat kemajuan negara secara signifikan. Seperti ketimpangan ekonomi, meningkatnya pengangguran, Korupsi, dan keterwakilan politik. Maka dari itu IMM harus memiliki resiliensi yang tinggi untuk mencegah menjadi dekadensi demi kemajuan negara.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Februari 2024 mencapai 4,82 persen, atau 7,2 juta belum mendapat pekerjaan. Data tersebut menjadi indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap pasar kerja.

Indeks Gini Indonesia untuk tahun 2024 adalah 0,37, menunjukkan penurunan sedikit dari tahun sebelumnya, tetapi masih mencerminkan adanya ketimpangan pendapatan yang cukup signifikan.

Masalah yang paling fundamental selanjutnya yaitu korupsi. Menurut laporan Transparency International untuk Indeks Persepsi Korupsi (CPI) 2023, Indonesia berada di peringkat 113 dari 180 negara. Skor CPI Indonesia adalah 34 dari 100. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang berarti persepsi terhadap korupsi di Indonesia masih tinggi.

Ini menjadi masalah utama bagi Indonesia bagaimana sulit mendapatkan investasi asing karena Tingkat korupsi yang tinggi sehingga terjadinya terhambatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Dahlan Global Leaders Program

Kepemimpinan Indonesia dibangun atas dasar keyakinan bahwa generasi muda harus fleksibel, dinamis, dan jujur. Dunia berubah dalam berbagai cara, mulai dari teknologi, sosial, hingga ekonomi. Permasalahan negara kita, seperti korupsi, kesenjangan ekonomi, dan permasalahan lainnya memerlukan tindakan kolektif.

IMM harus membina kader-kader muda Muhammadiyah yang mempunyai kemampuan mengatasi segala hambatan yang dapat menjadi tantangan bagi kemajuan negara.

Dahlan Global Leaders Program dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi dan bangsa serta negara dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Kader IMM dapat menjalani pelatihan yang komprehensif dan ketat untuk menjadi bintang internasional sejati dan handal.

Tujuan kami adalah agar para kader memiliki kualitas seperti kreativitas, kecerdasan luas, pemikiran logis, dan perilaku etis untuk mengelola organisasi.

Kami bercita-cita bahwa kader IMM harus mampu memimpin tidak hanya pada skala nasional tetapi sampai internasional dengan mempunyai kreativitas yang tinggi, intelektualitas yang luas, kemampuan dalam mengambil Keputusan yang logis dan memiliki etika kepemimpinan yang tinggi.

Tentu menghadapi rintangan butuh persiapan yang sangat matang dan integritas yang tinggi. Dengan adanya program ini mampu membawa perubahan yang signifikan dan berpengaruh di kancah nasional dan internasional.

*Sekretaris DPP IMM Bidang Hubungan Luar Negeri

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya