Berita

Kereta cepat Whoosh/Ist

Bisnis

Refund Tiket Whoosh Langsung Dikembalikan di Hari yang Sama

SENIN, 12 AGUSTUS 2024 | 13:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pembatalan keberangkatan atau refund tiket kereta cepat Whoosh sudah bisa diterima penumpang pada hari yang sama dengan waktu pembatalan.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengonfirmasi adanya perubahan sistem pembatalan tiket mereka dari sebelumnya membutuhkan waktu setidaknya 30 hari kerja, menjadi hanya satu hari.

Eva menjelaskan, inovasi ini sengaja dilakukan untuk  memberi kemudahan bagi penumpang Whoosh dalam mengatur jadwal perjalanan mereka.


"Inovasi ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi penumpang dengan mobilitas tinggi dalam menyesuaikan perjalanan mereka dengan situasi yang mungkin berubah, mengingat saat ini sudah cukup banyak penumpang yang secara rutin menggunakan Whoosh," kata General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (12/8).

Khusus pembatalan secara online, Eva menjelaskan hanya dapat dilakukan untuk pembelian melalui aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id, dengan dana yang akan dikembalikan kepada penumpang sebesar 75 persen dari harga tiket.

Melalui inovasi pembatalan online dan pengembalian dana pada hari yang sama ini, Eva berharap  akan semakin memudahkan penumpang karena lebih fleksibel dalam mengatur perjalanan sesuai kebutuhan.

Selain itu, fitur ini juga diharapkan dapat membuat penumpang merasa lebih tenang dalam merencanakan perjalanan dengan adanya opsi pengembalian tiket yang mudah diakses.

Tidak hanya pembatalan tiket, KCIC juga menghadirkan layanan perubahan jadwal secara online maksimal dua jam sebelum keberangkatan. 

"Sama halnya dengan pembatalan online, fitur perubahan jadwal secara online ini hanya dapat dilakukan untuk pembelian melalui aplikasi Whoosh atau web kcic.co.id," ujar Eva.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya