Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Ist

Politik

Megawati Kritik Pemilu 2024, IPR: Anomali, PDIP Masih di Kabinet

SELASA, 09 APRIL 2024 | 16:05 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kritikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melalui tulisannya terkait Pemilu 2024 masih menjadi sorotan.

Direktur Eksekutif Indoensia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai aneh jika PDIP melontarkan kritik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024 di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Sebab, partai banteng moncong putih masih dari koalisi pemerintah itu sendiri.

“Di sini bias. PDIP Masih bagian dari pemerintah The Ruling Party tapi merasa sebagai oposisi pasca Pemilu 2024 kali ini, anomali ya,” kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Selasa (9/4).


Menurut Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini, yang semakin menjadi anomali yaitu PDIP tidak berani bersikap tegas sebagai oposisi karena tidak menarik menteri-menterinya di Kabinet Indonesia Maju, namun bersikap seperti oposisi pemerintah.  

“Di sini ada bias, anomali, partai pemerintah ada di kabinet. Tapi karena Jokowi berseberangan dengan PDIP maka PDIP mengambil jarak dengan pemerintah? padahal ada di dalam pemerintahan. Ini kan anomali ya,” pungkasnya.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti Pilpres 2024 melalui tulisan panjangnya. Ia menilai Pemilu 2024 diwarnai kecurangan, nepotisme, hingga penyalahgunaan kekuasaan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya