Berita

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata/RMOL

Hukum

Dugaan Gratifikasi Ganjar Pranowo Masih Ditelaah KPK

KAMIS, 07 MARET 2024 | 10:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan laporan dugaan penerimaan cashback yang dilaporkan Indonesia Police Watch (IPW) diproses oleh bagian pengaduan masyarakat (Dumas) untuk ditelaah dan verifikasi.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, laporan dari manapun mekanisme di KPK sama, termasuk ketika menindaklanjuti laporan dari IPW soal dugaan penerimaan cashback oleh mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (GP) dan mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Jateng Supriyatno (S).

"Mekanisme di KPK kan sama. Di Dumas, nanti Dumas yang akan melakukan telaah, pengkayaan informasi dengan berbagai sumber, klarifikasi," kata Alex seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (7/3).


Setelah melakukan hal tersebut, kata Alex, nantinya akan dibahas bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) penyelidikan.

"Kalau sepakat ada indikasi korupsi, baru naik ke penyelidikan, baru kita klarifikasi ke yang bersangkutan (Ganjar dan Supriyatno)," katanya.

Alex menjelaskan, bahwa pihaknya juga akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melihat data-data transaksi keuangan pihak-pihak yang dilaporkan.

"Oh iya pasti (nantinya koordinasi dengan PPATK). Iya, itu prosedur biasa sih, prosedur biasa," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya