Berita

Wakapolda Lampung, Brigjen Ahmad Ramadhan, memimpin Apel pasukan Operasi Keselamatan Krakatau di lapangan Polda Lampung, Sabtu (2/3)/Istimewa

Presisi

Gelar Operasi Keselamatan Krakatau, Polda Lampung Sasar 5 Pelanggaran

MINGGU, 03 MARET 2024 | 07:16 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebanyak 745 personel Polda Lampung diterjunkan dalam Operasi Keselamatan Krakatau 2024. Hal ini diungkap Wakapolda Lampung, Brigjen Ahmad Ramadhan, dalam apel di lapangan hitam Polda Lampung, Sabtu (2/3).

Brigjen Ahmad Ramadhan menyampaikan, total personel yang dikerahkan dalam operasi Keselamatan Krakatau 2024 ada 745 personel dengan pola operasi mengedepankan kegiatan preemtif 40 persen, preventif 40 persen, dan penegakkan hukum (gakkum) 20 persen secara elektronik (e-tle statis dan mobile serta teguran).

Adapun 745 personel itu terbagi menjadi Satgas Ops Polda Lampung 141 orang dan Satgas Ops Polres dan Polresta jajaran 604 personel.


Operasi kali ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat. Terutama di dalam berlalu lintas di jalan raya yang diharapkan akan menurunkan angka fatalitas korban laka lantas, maupun pelanggaran lalu lintas.

Polisi melaksanakan Gakkum lantas secara Elektronik (ETLE Statis dan Mobile) dan blangko teguran secara simpatik terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran lantas.

Dalam operasi ini ada 5 pelanggaran lalu lintas yang jadi prioritas. Yakni kendaraan motor dan mobil yang menggunakan knalpot tidak sesuai pabrikan atau knalpot brong.

Kemudian kendaraan yang tidak standar pabrikan, menambah panjang rangka atau mengubah spek kendaraan.

"Lalu kendaraan barang yang Over Dimensi dan Over Loading (ODOL), kendaraan pribadi yang menggunakan sirine, rotator, atau strobo bukan peruntukannya," jelas Brigjen Ahmad Ramadhan.

Begitupun dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan aturan atau spek. Dan pengemudi atau pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya