Berita

Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Pernah Dukung Ahok Hingga Anies, Bukti Prabowo Jembatani Kepemimpinan Anak Muda

MINGGU, 04 FEBRUARI 2024 | 07:52 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sosok Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto merupakan politisi yang pro terhadap kepemimpinan anak muda. Ini terbukti saat Prabowo mendorong beberapa tokoh muda untuk menjadi pemimpin di berbagai level pemerintahan di Republik ini.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Komandan Golf Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Fauzi Baadilla saat menerima anak-anak muda yang tergabung dalam Millenial Prabowo Gibran (MPG) dan mendeklarasikan dukungannya di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2).

"Pak Prabowo dulu kalau kita lihat sejarahnya pernah mendukung tokoh-tokoh yang lebih muda. Ada Pak Jokowi dulu didukung, Pak Ahok, Pak Anies Baswedan, dan Pak Sudirman Said. Dan sekarang itu setelah mereka di 2024, mereka bisa menjadi tokoh-tokoh pemimpin," kata Fauzi.


Terbaru, dorongan regenerasi kepemimpinan kepada anak muda ditunjukkan Prabowo dengan memilih Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden yang mendampinginya di Pilpres 2024.

"Sekarang Pak Prabowo merangkul lagi anak muda, Mas Gibran. Insya Allah bapak-bapak terpilih ini adalah suatu hal yang baik dan anak muda bisa berkontribusi di negara ini untuk bangsa ini. Pak Prabowo sudah menjembatani, membuka pintu, dan itu yang dibutuhkan anak-anak muda," ungkap Fauzi.

Itu sebabnya, Fauzi mengimbau anak-anak muda pendukung Prabowo-Gibran tidak lengah di sisa masa kampanye ini.

Fauzi mengajak anak-anak muda untuk mengawal kemenangan dengan datang ke TPS tanggal 14 Februari dan mencoblos paslon nomor urut 2.

"Jadi tolong nanti tanggal 14 Februari jangan tidur terlambat, jangan dulu begadang, agar tidak kebangun kesiangan. Jaga energi sampai akhir. Karena suara kalian ini sangat menentukan ke mana nanti masa depan bangsa ini," pungkas Fauzi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya