Berita

Jurubicara TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakim/RMOL

Politik

TPN Ganjar-Mahfud Minta Ada Tindak Lanjuti Temuan Rp195 M Masuk Kantong Bendum Parpol

SABTU, 13 JANUARI 2024 | 16:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Aparat penegak hukum diharapkan menindaklanjuti temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait aliran uang Rp195 miliar dari luar negeri yang diduga mengalir ke kantong bendahara umum parpol.

"PPATK harus tindaklanjuti dan dikonfirmasi oleh aparat penegak hukum," kata Jurubicara TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (13/1).

Chico juga meminta PPATK bisa menjelaskan secara rinci temuan aliran uang Rp195 miliar dari luar negeri tersebut termasuk kategori apa.


"Apa bentuknya, apakah ini sumber-sumber yang halal atau dari sumber-sumber Tipikor atau TPPU? Ini perlu dijelaskan," tegas politikus PDIP ini.

Atas dasar itu, Chico meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan PPATK terkait duit ratusan miliar dari luar negeri yang diduga mengalir ke elite parpol tersebut.

"Jadi, harapan kami justru supaya ini dituntaskan. Bila ada pelanggaran hukum, dilanjutkan prosesnya untuk diselesaikan secara hukum," pungkasnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya menemukan transaksi janggal penerimaan dana yang datang dari luar negeri oleh bendahara umum 21 partai politik (parpol). Angkanya bahkan mencapai Rp195 miliar.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan, selama 2023 ada 8.270 transaksi mencurigakan masuk ke kantong bendahara parpol.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya