Berita

Founder Cyrus Network Hasan Nasbi/Net

Politik

Singgung Vasili Arkhipov, Hasan Nasbi: Politik Butuh Orang Waras

JUMAT, 12 JANUARI 2024 | 15:57 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Perlu kejernihan cara berpikir untuk menghadapi gelaran Pemilu 2024. Sehingga, untuk meraih kemenangan tidak kemudian semua cara menjadi halal dilakukan.

Begitu dikatakan Founder Cyrus Network, Hasan Nasbi, menanggapi kembali munculnya gerakan pemakzulan Presiden Joko Widodo menjelang hari pencoblosan Pemilu 2024, pada 14 Februari nanti,

"Jadi dalam perang sekalipun perlu ada orang yang berpikiran waras dan jernih," ujar Hasan Nasbi dalam keterangan tertulis, Jumat (12/1).


Ironisnya, kata dia, untuk sekadar Pemilu 2024 saja, orang yang diharapkan tetap waras, yang harus berpikiran jernih, justru jauh dari itu semua.

"Kalau rasa-rasanya mau kalah pemilu, malah mengusulkan bumi hangus sekalian. Sangat disayangkan," tuturnya.

Hasan Nasbi kemudian menyarankan untuk membaca dan mempelajari sosok Vasili Arkhipov, officer kedua kapal selam Rusia yang pernah menyelamatkan dunia pada tahun 1962.

Arkhipov di bawah Kapten Valentin Savitsky, kata dia, menggunakan veto untuk tidak meluncurkan rudal nuklir dari kapal selam Rusia yang diganggu terus menerus oleh kapal perusak Amerika Serikat dalam situasi konflik.

"SOP saat itu, tombol nuklir hanya bisa dipencet kalau disetujui oleh tiga orang pimpinan tertinggi di kapal tersebut, termasuk Arkhipov," tuturnya.

Arkhipov, lanjut Hasan, tetap mampu berpikir waras dan jernih meski berada di kedalaman laut, nyaris kehabisan oksigen, dan tidak punya informasi apapun soal apa yang terjadi di atas laut.

Hasan pun menghimbau para ahli strategi kontestan dalam Pemilu 2024, untuk berpikir jernih seperti Arkhipov.

"Jangan justru memanas-manasi suasana. Kalau memang mencium aroma kekalahan, sebaiknya belajar menjadi negarawan demi keutuhan bangsa," pungkasnya.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya