Berita

Pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD/Istimewa

Politik

Ganjar-Mahfud Perlu Antisipasi Migrasi Pemilih

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 15:02 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, harus mampu mengantisipasi terjadinya migrasi dan eksodus pemilih ke paslon lain. Terutama kalau tidak ingin kubu paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), masuk putaran kedua.

Dosen Ilmu Politik & Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam menuturkan, kubu Amin lebih mudah mengonsolidasikan basis pemilih loyalnya, yang bisa mencapai angka 40 persen.

Sementara, kubu Ganjar-Mahfud cenderung mengalami penurunan akibat migrasi pemilih dan simpatisan Jokowi non-PDIP yang selama ini dinikmati PDIP sebagai coattail effect 5-7 persen selama Pilpres 2014 dan 2019.


"Alhasil, pendukung Jokowi itu keluar dari naungan PDIP dan pendukung Ganjar untuk sebagian masuk ke kubu Prabowo dan sebagian mempertebal segmen undecided voters," ucap Khoirul Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/1).

Untuk itu, Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs ini meminta agar Ganjar-Mahfud mengantisipasi potensi kehilangan suara pemilih dalam pertarungan Pilpres 2024 nanti.

"Jika hal ini tidak diantisipasi oleh tim Ganjar-Mahfud, maka kubu Amin berpeluang masuk di putaran kedua Pilpres. Terutama jika kubu 02 tidak mampu mengonsolidasikan dukungan 50 persen plus 1 dari jumlah suara dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Dengan minimal 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia," demikian Khoirul Umam.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya