Berita

Ilustrasi/Net

Global

Israel dan Palestina Akhiri Tahun 2023 dengan Kelam

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 01:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sudah lebih dari tiga bulan dan hingga kini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa perang di Jalur Gaza akan berakhir dengan cepat.

Jika demikian, maka baik Israel maupun Palestina akan mengakhiri tahun 2023 dengan kelam. Sebab jelang tahun baru gencatan senjata belum juga disepakati, sehingga serangan bom mematikan terus berlanjut.

Warga Palestina di pengungsian Rafah, Mahmoud Abou Shahma mengaku putus asa degan kondisi Gaza tahun ini. Dia berharap tahun depan kehidupan mereka jauh lebih baik.


“Kami berharap tahun 2024 akan tiba di bawah naungan yang lebih baik dan kami dapat merayakan tahun baru di rumah bersama keluarga kami,” kata Mahmoud, seperti dimuat AFP pada Minggu (31/12).

Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan,dulillah
 kampanye militer Israel telah menewaskan sedikitnya 21.672 orang, 70 persen di antaranya merupakan perempuan dan anak-anak.

Pertempuran dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober, yang menyebabkan sekitar 1.140 orang tewas di Israel dan 129 di antaranya masih disandera.

Serangan balasan dan blokade Israel telah menyebabkan kekurangan makanan, air bersih, bahan bakar dan obat-obatan di Gaza. PBB dalam laporannya menyebut 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza telah meninggalkan rumah mereka.

WHO prihatin dengan kondisi warga di sana, sebab mereka menghadapi ancaman penyakit menular dan kelaparan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk.

Setelah gencatan senjata bulan lalu yang berhasil membaskan 100 sandera, hingga kini belum ada lagi kesepatan damai yang diraih oleh kedua belah pihak.

Durasi perang juga masih belum bisa dipastikan, sebab akhir pekan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk menuntaskan Hamas.

“Kami akan menjamin bahwa Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel,” tegas Netanyahu dalam sebuah konferensi pers.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya