Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) /RMOLAceh

Politik

Caleg di Aceh Diminta Sampaikan 5 Agenda Besar Demokrat

SELASA, 26 DESEMBER 2023 | 03:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta kader Partai Demokrat, khususnya para calon legislatif (caleg) semua tingkatan di Aceh, dapat menyampaikan 5 agenda besar partai kepada masyarakat.

"Lima agenda besar untuk Indonesia semakin baik, sampaikan itu kepada masyarakat," kata AHY dalam agenda konsolidasi, di Banda Aceh, Senin (25/12).

AHY menjelaskan, berdasarkan survei yang telah dilakukan, permasalahan masyarakat saat ini adalah di bidang perekonomian, termasuk kesejahteraan yang belum dirasakan terpenuhi secara adil.


Oleh karena itu, kata AHY, Partai Demokrat menyiapkan lima agenda besar yang harus dilakukan. Pertama, terkait ekonomi dan kesejahteraan rakyat, kemudian kedua tentang pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan lingkungan hidup.

Selanjutnya, ketiga tentang demokrasi dan kebebasan rakyat, lalu keempat terkait  keadilan dan penegakan hukum, serta kelima adalah soal tata negara dan etika pemerintahan.

"Lima klaster isu, lima permasalahan bangsa yang kemudian kita jabarkan dalam 14 program. Program pro rakyat dan pro demokrasi," ujarnya.

Di menjelaskan 14 program tersebut sebenarnya sudah pernah dijalankan oleh kepemimpinan SBY sebelumnya yang kala itu juga mendapatkan dukungan penuh dari Partai Demokrat. Tetapi saat ini, isu tersebut kembali menjadi perhatian publik.

Dia mencontohkan ketika dirinya berdialog dengan para petani, nelayan pedagang pasar, UMKM, ibu-ibu dan generasi muda di berbagai daerah. Banyak yang mengeluhkan soal penghasilan yang belum cukup akibat pekerjaan belum layak terhadap mereka.

"Jadi, kalau semua datang ke masyarakat, tolong berikan penguatan 14 program ini. Insya Allah jika Partai Demokrat kembali kuat di parlemen maka Demokrat semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat," demikian AHY.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya