Berita

Layar Anak Indonesia ikut memeriahkan festival film dokumenter di Jogjakarta/Istimewa

Nusantara

Layar Anak Indonesiana Meriahkan Festival Film Dokumenter Yogya

RABU, 13 DESEMBER 2023 | 13:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Indonesiana.TV yang merupakan program strategis Balai Media Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (BMK Kemendikbudristek) ikut memeriahkan Festival Film Dokumenter (FFD) 2023 yang berlangsung di Kota Jogjakarta.

Tak hanya sekadar hadir, dalam festival yang sudah berusia 21 tahun tersebut, Indonesiana.TV juga mengisi sesi diskusi “DOC Talk: Bagaimana Dokumenter Bekerja?” dan pemutaran film dokumenter pendek untuk anak berjudul "Ensaid Panjang".

Diskusi “DOC Talk: Bagaimana Dokumenter Bekerja?” yang diadakan di The Theatre, GAIA Cosmo Hotel pada 7 Desember lalu menghadirkan Tonny Trimarsanto dan Chandra Endroputro, produser dan koordinator produksi dari Indonesiana.TV.


Mereka didampingi Lia Kusumawardani dari Gulali Festival, dan Direktur Program FFD 2023, Alia Damaihati, yang menjadi moderator gelar wicara ini. Diskusi umum tersebut mengetengahkan tantangan dalam penggarapan film dokumenter berlatar kebudayaan agar diminati penonton usia anak.

“Pada dasarnya, anak-anak akan tertarik pada film yang mengandung unsur petualangan ataupun hal-hal yang memancing dan menjawab rasa penasaran mereka. Baik itu dalam film cerita ataupun film dokumenter,” ucap Chandra Endroputro, melalui keterangannya, Rabu (13/12).

Salah seorang peserta kegiatan, Tedy Syaham mengungkapkan, dari kegiatan ini ia memahami bahwa perspektif anak menjadi sangat penting dalam proses pembuatan film dokumenter anak.

Sumber Pengetahuan Kebudayaan

Indonesiana.TV juga hadir kembali dalam pemutaran film "Ensaid Panjang". Film hasil kurasi tim program FFD ini merupakan satu dari 10 film dokumenter Layar Anak Indonesiana 2023. Pemutaran diselenggarakan pada 9 Desember 2023 di IFI-LIP dengan dihadiri 100-an penonton dari berbagai sekolah dasar di kota Yogya. Antara lain dari SDN Jetis 1, SD Muhammadiyah Sagan, SDN 1 Terbansari, SD Budya Wacana, SDN Jetisharjo, SDN Gondolayu, dan SD BOPKRI Gondolayu.

Kepala BMK, Retno Raswaty, saat membuka acara menyatakan kegembiraannya bisa menghadirkan program Layar Anak Indonesiana ke ruang menonton FFD.

“Mari kita jalan-jalan ke berbagai wilayah Indonesia dan mengenali kebudayaannya melalui film,” ajak Retno kepada para siswa, guru, dan orang tua yang hadir.

Dalam pemutaran film yang mengetengahkan keseharian dan kepedulian anak-anak rumah panjang suku Iban di Kalimantan Barat ini, hadir pula Lidya Mariska (Meimei) dan Elisa Desiana (Lisa) yang merupakan subjek dalam film.

Mereka didampingi sutradara Deny Sofian, produser Rani Ramadhin, serta Tonny Trimarsanto produser Indonesiana.TV saat melakukan bincang-bincang dengan penonton.

Sambutan hangat tidak hanya datang dari anak-anak yang tertarik mengetahui kehidupan di rumah panjang suku Dayak Iban, tetapi juga dari guru dan orang tua pendamping. Mereka sepakat bahwa film-film bermuatan budaya seperti ini dapat dijadikan materi belajar bagi peserta didik.

Bahkan, seorang guru menyampaikan keinginan agar konten kebudayaan dari Indonesiana.TV dapat pula diakses melalui Platform Merdeka Mengajar yang diperuntukkan bagi para guru penggerak Merdeka Belajar.

“Kami memang sedang merintis kerja sama dengan pengelola Platform Merdeka Mengajar agar konten-konten kebudayaan yang ada di Indonesiana.TV dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar dan mengajar bagi guru dan peserta didik,” papar Koordinator Umum Indonesiana.TV, Heni Wiradimaja.

Akan halnya anak-anak yang ingin tahu lebih jauh mengenai proses pembuatan film dan perjalanan dari rumah panjang di Kabupaten Sintang ke Yogyakarta, hal itu dijawab bergantian oleh Deny, Rani, Meimei, dan Lisa.

“Kebetulan, kami sudah sangat dekat dengan keluarga-keluarga di Ensaid Panjang, terutama Meimei dan Lisa, sehingga proses pendekatan selama pembuatan film tidaklah sulit,” jelas Rani.  

“Kami memberi ruang bagi Meimei dan Lisa untuk bicara dalam Bahasa Iban sehingga mereka lebih komunikatif,” tambah Deny.

Sedangkan Meimei dan Lisa mengaku tak hanya menghapal dialog, tapi juga berbicara apa adanya sesuai instruksi dari sutradara.

“Kami berharap perfilman Indonesia ke depan seperti Layar Anak Indonesiana yang diselenggarakan BMK dapat menjadi pilot project dan medium alternatif tontonan yang beragam penuh edukasi dan muatan budaya. Selain itu juga mampu mendorong munculnya karya film anak lainnya dari para sineas,” papar Tonny.

Layar Anak Indonesiana merupakan program dari kanal budaya Indonesiana.TV yang dinaungi BMK Kemendikbudristek untuk memfasilitasi produksi konten pemajuan kebudayaan.

Program Layar Anak Indonesiana disiarkan mulai 11 Desember 2023 pukul 18.00 di Indonesiana.TV yang dapat diakses melalui jaringan Indihome saluran 200 (HD) dan 916 (SD), streaming di laman situs indonesiana.tv, dan aplikasi Indonesiana.TV di Play Store.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya