Berita

Potret matahari yang berhasil diambil oleh kamera Solar Orbiter milik Badan Antariksa Eropa (ESA)/Net

Tekno

Ilmuwan Gunakan Kamera Solar Orbit ESA untuk Memotret Permukaan Matahari Lebih Jelas

SENIN, 11 SEPTEMBER 2023 | 12:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Untuk mendapatkan gambar permukaan matahari secara lebih jelas, ilmuwan Eropa melakukan serangkaian uji coba pada kamera yang dimiliki pesawat ruang angkasa Solar Orbiter milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

Pesawat itu telah melintasi berbagai planet hingga dapat menempuh jarak 26 juta mil untuk mengamati Matahari dari dekat dan memasuki orbit Merkurius.

Kendati demikian, upaya pengambilan gambar akan sangat sulit karena bagian atmosfer Matahari akan redup jika dipotret dengan kamera.


Oleh sebab itu, seorang anggota tim instrumen kamera Extreme Ultraviolet Imager (EUI) Solar Orbiter bernama Frederic Auchere menggunakan cara baru agar kamera solar orbit dapat lebih sensitif terhadap sinar ultraviolet ekstrim yang redup.

“Saya punya ide untuk melakukannya dan melihat apakah itu akan berhasil. Ini sebenarnya adalah modifikasi instrumen yang sangat sederhana," ungkap ilmuwan dari Institut d'Astro physique Spatiale, Université Paris-Sud, seperti dimuat Digital Trends pada Senin (11/9).

Auchere menjelaskan bahwa gambar bisa diambil dengan jelas setelah mereka menutupi piringan terang Matahari dengan ‘okuler’ di dalam kamera.

"Ini mengubah kamera menjadi sesuatu seperti coronagraph darurat, sebuah instrumen khusus yang dirancang untuk menghalangi cahaya paling terang dari sebuah bintang agar dapat melihat sekelilingnya dengan lebih jelas," jelasnya.

Dalam video yang dirilis oleh para ilmuwan, bagian kosong itu memiliki gambar piringan matahari yang ditumpangkan di atasnya. Hal ini memungkinkan peneliti melihat detail atmosfer Matahari, terutama lapisan dalam yang biasanya tidak mungkin diamati.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya