Berita

Tanaman opium di Afghanistan/Net

Dunia

PBB: Afghanistan Jadi Produsen Metamfetamin dengan Pertumbuhan Tercepat di Dunia

MINGGU, 10 SEPTEMBER 2023 | 18:51 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Afghanistan menjadi negara dengan produsen pertumbuhan metamfetamin tercepat di dunia.

Hal tersebut diungkapkan dalam laporan yang diterbitkan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada Minggu (10/9), di tengah upaya Taliban yang menyatakan perang terhadap narkotika di negaranya.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa metamfetami, dalam bentuk sabu, sebagian besar diproduksi di Afghanistan menggunakan bahan-bahan yang tersedia secara legal atau diekstraksi dari tanaman ephedra yang tumbuh di alam liar.


Seperti dikutip ABC News, PBB dalam laporannya menyebut produksi metamfetamin di Afghanistan sebagai ancaman serius terhadap kesehatan dan keamanan nasional dan regional, serta memiliki potensi untuk mengganggu pasar obat-obatan sintetis.

Data dalam laporan menunjukkan bahwa penyitaan metamfetamin yang diduga berasal dari Afghanistan telah meningkat dengan cepat, dari kurang dari 100 kilogram pada tahun 2019 menjadi hampir 2.700 kilogram pada 2021, yang mencerminkan lonjakan produksi.

Kepala Cabang Penelitian dan Analisis Tren UNODC, Angela Me, menyatakan bahwa pembuatan metamfetamin, khususnya di Afghanistan, memiliki beberapa keunggulan dibandingkan produksi heroin atau kokain.

"Anda tidak perlu menunggu sesuatu tumbuh. Anda tidak membutuhkan tanah. Anda hanya perlu juru masak dan pengetahuannya. Laboratorium metamfetamin bersifat mobile dan tersembunyi. Afghanistan juga memiliki pabrik ephedra, yang tidak ditemukan di negara-negara penghasil metamfetamin terbesar: Myanmar dan Meksiko. Hal ini legal di Afghanistan dan berkembang dimana-mana,” ujarnya.

Sementara menanggapi laporan ini, juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Abdul Mateen Qani, mengatakan bahwa Taliban sejauh ini telah melarang penanaman, produksi, penjualan dan penggunaan semua minuman keras dan narkotika di Afghanistan.

Dia mengatakan pihak berwenang telah menghancurkan 644 pabrik dan sekitar 12.000 hektar tanah tempat narkotika terlarang dibudidayakan, diproses atau diproduksi, dengan lebih dari 5.000 penggerebekan dan 6.000 orang ditangkap.

“Kami tidak bisa mengklaim 100 persen selesai karena masyarakat masih bisa melakukan aktivitas tersebut secara sembunyi-sembunyi. Tidak mungkin bisa mencapai titik nol dalam waktu sesingkat itu,” kata Qani.

Menurutnya, saat ini Taliban telah memiliki rencana strategis selama empat tahun ke depan agar narkotika akan dimusnahkan 100 persen.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya