Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Amankan Wilayah Udara Saat KTT G20, Angkatan Udara India Kerahkan Jet Tempur hingga Pesawat Pengintai NETRA

SABTU, 02 SEPTEMBER 2023 | 15:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pihak berwenang India terus mematangkan persiapan pengamanan menjelang KTT G20 yang akan diselenggarakan di Ibu Kota New Delhi pekan depan.

Khusus wilayah udara, Angkatan Udara India (IAF) akan mengerahkan pesawat pengintai Sistem Peringatan dan Kontrol Lintas Udara (AWACS) dan pesawat tempur Rafale yang canggih sebagai bagian dari rencana pertahanan.

Untuk memastikan kemampuan respons yang cepat, pesawat tempur seperti Rafale telah ditempatkan pada status siaga tinggi di tingkat platform kesiapan operasional.  
Selain itu, IAF juga berencana untuk menggunakan pesawat pengintai NETRA yang dikembangkan di dalam negeri untuk lebih meningkatkan kemampuan pemantauan mereka. NETRA dilengkapi dengan radar utama active electronically scaned array (AESA) dengan IFF.

Selain itu, IAF juga berencana untuk menggunakan pesawat pengintai NETRA yang dikembangkan di dalam negeri untuk lebih meningkatkan kemampuan pemantauan mereka. NETRA dilengkapi dengan radar utama active electronically scaned array (AESA) dengan IFF.

Netra pernah digunakan secara efisien selama pemogokan Balakot pada tahun 2019.

Ketika jet tempur F-16 Angkatan Udara Pakistan (PAF) berusaha melanggar wilayah udara India sehari setelah serangan Balakot pada bulan Februari 2019, jet tersebut memainkan peran penting dengan memberikan perlindungan pengawasan yang diperlukan selama serangan udara menjelang fajar.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya