Berita

Menekan jumlah warga miskin yang meningkat pada saat pandemi jadi pekerjaan rumah para calon presiden 2024/Net

Politik

Capres 2024 Punya PR Besar Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem

SENIN, 14 AGUSTUS 2023 | 22:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang akan dihadapi para calon presiden 2024. Salah satunya menekan angka kemiskinan di Indonesia yang meningkat tajam akibat dihantam pandemi Covid-19.

Dalam data yang dirilis CNBC Indonesia Intelligence Unit (CIIU), disebutkan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Indonesia melonjak karena pandemi Covid-19.

Jumlah orang miskin bertambah 2,76 juta, dari 24,78 juta pada periode September 2019 menjadi 27,54 juta pada Maret 2021. Tingkat kemiskinan juga melonjak dari 9,22 persen pada September 2019 menjadi 10,14 persen pada Maret 2021.


Setelah ekonomi pulih, jumlah orang miskin kini tersisa 25,90 juta atau 9,36 persen per Maret 2022. Sementara jumlah pengangguran masih ada 7,99 juta atau 5,45 persen per Februari 2023.

“Menekan angka kemiskinan, khususnya klaster ekstrem menjadi PR calon presiden (capres) mendatang, yakni menurunkan kemiskinan ke bawah 9 persen,” ucap Executive Director CNBC Indonesia Intelligence Unit, Muhammad Maruf, lewat keterangan tertulisnya, Senin (14/8).

Menurutnya, angka pengangguran sulit turun dengan cepat atau setidaknya turun 5 persen. Hal itu disebabkan, karena banyaknya masalah krusial yang harus dipecahkan pemimpin setelah Jokowi. Salah satu faktor penyebab adalah sedikitnya lapangan pekerjaan.

“Lalu, kualitas pekerjaan juga menjadi masalah krusial yang perlu dipecahkan. Sebab jumlah pekerja informal lebih banyak dari pekerja formal yang mendapatkan perlindungan negara,” demikian Maruf.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya