Berita

DPO KPK, Paulus Tannos, diketahui telah mengubah identitas dan warga negara/Repro

Hukum

Paulus Tannos Berubah Nama dan Kewarganegaraan, KPK Bakal Usut Pihak-pihak yang Terlibat

JUMAT, 11 AGUSTUS 2023 | 10:48 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Paulus Tannos alias Thian Po Tjhin, ternyata telah berubah identitas dan menjadi warga negara di salah satu negara di Afrika. KPK pun segera mengusut pihak-pihak yang terlibat membantu mengubah identitas sang buronan.

Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya sudah menemukan keberadaan buronan Paulus Tannos di luar negeri. Akan tetapi, pihaknya tidak bisa menangkap dan membawa Paulus ke Indonesia karena identitasnya sudah berubah.

"Ternyata yang bersangkutan sudah berganti identitasnya juga paspor dari negara lain di wilayah Afrika Selatan itu," ujar Ali kepada wartawan, Jumat (11/8).


Ali mengaku, pihaknya juga merasa heran dan mempertanyakan karena seseorang yang sudah dimasukkan ke Daftar Pencarian Orang (DPO) bisa mengubah nama dan identitasnya. Bahkan kewarganegaraannya juga berubah.

"Apakah pengubahan namanya dilakukan ketika dia berada di dalam negeri misalnya, atau apakah ada pihak-pihak yang sengaja kemudian membantu mengubah namanya. Karena mengubah nama kan tidak semudah yang kita bayangkan kan, ada proses-proses hukumnya, termasuk juga ketika mendapatkan paspor negara lain misalnya. Saya kira ini hal menarik yang terus kami nanti akan analisis, kami dalami seperti apa," jelas Ali.

Akan tetapi, pihaknya sudah kembali mengajukan red notice dengan menggunakan nama baru Paulus Tannos. Namun, Ali mengaku belum bisa menyebutkan nama baru Paulus yang sudah buron sejak 19 Oktober 2021 itu.

"Karena memang namanya berbeda, kewarganegaraannya berbeda. Tentu otoritas negara yang kami datangi dan ketika melakukan penangkapan itu tidak membolehkan untuk membawanya," pungkas Ali.

Selain Paulus Tannos yang merupakan tersangka kasus korupsi pengadaan Paket KTP Elektronik (KTP-el) tahun 2011-2013 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), KPK juga masih memburu dua buronan lainnya, yakni Kirana Kotama dan Harun Masiku.

Kirana Kotama alias Thay Ming telah menjadi buronan KPK sejak 15 Juni 2017. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengadaan di PT PAL.

Sedangkan Harun Masiku telah menjadi buronan KPK sejak 17 Januari 2020. Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Paulus telah ditetapkan sebagai tersangka baru bersama tiga tersangka lainnya pada Agustus 2019. Yaitu, mantan anggota DPR Miryam S Hariyani; Dirut Perum PNRI yang juga Ketua Konsorsium PNRI, Isnu Edhi Wijaya; dan Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Elektronik, Husni Fahmi.

Dalam kasus korupsi KTP-el, PT Sandipala Arthaputra yang dipimpin Paulus diduga diperkaya sebesar Rp145,85 miliar, Miryam Haryani diduga diperkaya sebesar 1,2 juta dolar AS, manajemen bersama konsorsium PNRI diduga diperkaya sebesar Rp137,98 miliar dan Perum PNRI diduga diperkaya sebesar Rp107,71 miliar, serta Husni Fahmi diduga diperkaya sebesar 20 ribu dolar AS dan Rp10 juta.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya