Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Irak Buka Penyelidikan Resmi Menghilangnya Peneliti Elizabeth Tsurkov di Baghdad

JUMAT, 07 JULI 2023 | 21:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Irak mulai membuka penyelidikan atas dugaan penculikan peneliti Israel-Rusia Elizabeth Tsurkov di Baghdad, yang diduga dilakukan oleh kelompok paramiliter Kataeb Hezbollah.

Keterangan tersebut disampaikan langsung Juru Bicara Pemerintah Irak Bassem Al Awadi pada Jumat (7/7) waktu setempat.

“Mengingat tingkat kasusnya, kerumitannya, tidak akan ada pernyataan resmi mengenai masalah ini sampai Pemerintah Irak menyelesaikan penyelidikan dan mencapai kesimpulan,” katanya kepada stasiun Al Ahd, seperti dikutip dari The National.


Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Rabu bahwa Tsurkov melakukan perjalanan ke Irak untuk penelitian untuk gelar doktornya di Universitas Princeton di AS dan belum terlihat sejak Maret 2023.

Pemerintah Netanyahu mengatakan dia ditahan oleh Kataeb Hezbollah, kelompok milisi Syiah, yang didukung Iran yang beroperasi di Irak.

Pemerintah Israel mengatakan situasinya sedang ditangani oleh badan-badan terkait.

"Elizabeth Tsurkov masih hidup dan kami melihat Irak bertanggung jawab atas nasib dan kesejahteraannya," katanya.

Kamis malam, Kataeb Hezbollah, salah satu dari beberapa kelompok paramiliter Irak yang disetujui negara, mengatakan hilangnya peneliti adalah masalah berbahaya yang harus ditanggapi dengan serius.

“Pejabat keamanan dan tentara harus berdiri bersama dan bekerja keras untuk mengungkap para pelaku dan meminta pertanggungjawaban mereka,” kata kelompok paramiliter itu.

“Kami, sebagai Kataeb Hezbollah, akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan sandera Israel di Irak. Kami akan mencari tahu siapa di balik tindakan ini dan bagaimana mereka beroperasi di dalam negeri dan siapa yang membantu mereka," lanjutnya.

Kantor Netanyahu mengatakan Tsurkov memasuki Irak dengan paspor Rusianya.

Kataeb Hezbollah telah dituduh menculik dan membunuh ratusan warga Irak, seringkali tanpa pembenaran yang diumumkan atas tindakannya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya