Berita

Presiden Turki, Tayyip Erdogan dan Presiden AS, Joe Biden/Net

Dunia

Kemenangan Erdogan Ternyata Masih Sangat Dibutuhkan Barat

SENIN, 29 MEI 2023 | 16:12 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Banyak yang menginterpretasikan kemenangan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dalam Pilpres putaraan kedua akhir pekan lalu sebagai titik awal dari kemenangan rekan dekat Rusianya, Vladimir Putin, dalam perang di Ukarina.

Kebijakan Erdogan selama menjabat cenderung disukai oleh Rusia. Sebab sejak invasi Rusia ke Ukraina meletus Februari tahun lalu, Ankara tidak mengikuti kebijakan Barat yang menjatuhkan sanksi ekonomi atau pun memangkas ketergantungan energinya dari Moskow.

Jauh dari kondisi Barat yang sempat tertekan di awal perang, Turki dan Rusia justru makin mesra. Perdagangan kedua negara meningkat secara signifikan.


Terlepas dari ketidaksukaan Barat terhadap Erdogan karena kedekatannya dengan Putin, perpanjangan masa jabatan Erdogan sebagai Presiden Turki ternyata masih dibutuhkan.

Berikut alasan mengapa kepemimpinan Erdogan menjadi penting bagi Barat, sebagaimana yang dikutip dari BBC News pada Senin (29/5).

Erdogan Tetap Bersedia Kirim Senjata ke Ukraina dan Berhasil Tengahi Blokade Pasokan

Sebagai anggota tetap NATO, Erdogan memang tetap mempertahankan hubungannya dengan Rusia. Tetapi di bawah kepemimpinannya, Turki juga bersedia memberikan bantuan militer ke Ukraina.

Meskipun pengiriman itu dilakukan dengan pertimbangan tertentu guna menyeimbangkan hubungan dirinya dengan Moskow dan negara-negara Barat.

Selain itu, Erdogan juga terkenal karena menengahi kesepakatan di mana Rusia mengakhiri blokade pasokan biji-bijian Ukraina, memungkinkan pasokan itu mengalir ke bagian dunia yang membutuhkan.

Meski Sempat Ragu, Erdogan Akhirnya Setuju Finlandia Masuk NATO

Walaupun membutuhkan waktu lama untuk memberikan persetujuan, Turki di bawah kepemimpinan Erdogan pada akhirnya mengizinkan Finlandia masuk NATO.

Di sisi lain, Barat juga masih berusaha mendorong Turki agar bisa segera memberikan izinnya pada Swedia. Karena bagi Barat, Stockholm akan berguna dalam perlawanan aliansi di Laut Baltik.

Turki dan Hongaria adalah satu-satunya negara NATO yang masih memblokir keanggotaan Swedia.

Erdogan Mampu Menjamin Arus Migrasi Tidak Mengganggu Eropa

Uni Eropa telah membuat kesepakatan dengan Erdogan untuk menangani krisis pengungsi ilegal yang berlayar melintasi jalur berbahaya di Laut Mediterania menuju Eropa.

Menurut perjanjian tersebut Erdogan harus melakukan yang terbaik untuk mencegah migran tanpa dokumen, terutama dari Suriah meninggalkan perairan Turki untuk mencapai negara-negara Eropa.

Sebagai imbalan, Turki mendapat sejumlah besar uang dan perjalanan bebas visa bagi warga mereka yang ingin berkunjung ke Uni Eropa.

Sosok Erdogan diperlukan karena Eropa dihantui kekhawatiran bahwa pemimpin Turki selain dirinya akan membiarkan penyelundupan manusia bebas beroperasi dan perahu suaka akan dikirim dari Mediterania ke Eropa.

Kendati demikian Eropa juga masih bersikap defensif, karena Turki memiliki hubungan yang tidak baik dengan anggota mereka yakni Yunani dan Siprus.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya