Berita

Bakal calon presiden yang diusung Partai Nasdem, Anies Baswedan/RMOL

Politik

Narasi Anies Soal Lawan Besar Bagian dari Strategi Mencari Simpati

KAMIS, 27 APRIL 2023 | 18:02 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

"Curhatan" bakal calon presiden Nasdem, Anies Baswedan soal adanya kekuatan besar dan sumber daya memadai yang dimiliki lawan politik dimaknai sebagai strategi untuk meraih simpati dari parpol lain yang belum mendukungnya.

Demikian pandangan pengamat politik Lucius Karus saat merespons pernyataan Anies soal adanya kekuatan besar lawan politik yang disampaikan kepada relawan belum lama ini. Menurut Lucius, pernyataan Anies dan para politisi terkait peluang capres yang diusung belum bisa dianggap sikap politik yang jelas.

"Pernyataan-pernyataan politisi di masa sekarang ini lebih sebagai strategi meraih simpati parpol lain," kata Lucius Karus kepada wartawan, Kamis (27/4).


Berbicara soal sumber daya hingga logistik dana kampanye, Lucius memandang belum relevan untuk dibicarakan lantaran situasi koalisi parpol pengusung capres dan cawapres belum jelas. Partai politik pun, kata Lucius, akan menutup informasi soal pendanaan untuk membuka ruang bagi donatur yang mau mendanai kampanye capres.

"Pengakuan yang cenderung seperti playing victim, juga nungkin dilakukan untuk memancing rasa simpati para donatur," sambung Lucius.

Dalam sebuah video yang diunggah kanal YouTube Konfederasi Nasional Relawan Anies, Anies menyebut akan menghadapi lawan besar yang disokong sumber daya mumpuni. Hal itu ia sampaikan kepada relawan tanpa menyebut jelas lawan yang dimaksud.

"Lawan yang akan kita hadapi adalah lawan yang besar, yang memiliki sumber daya lebih dari memadai untuk bisa menjalani bahkan memenangkan sebuah kompetisi," ujar Anies dikutip pada Sabtu (22/4).

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya