Berita

Potongan video persidangan kasus KTP-el yang kembali beredar/Repro

Politik

Video Kesaksian Ganjar di Kasus Korupsi KTP-el Kembali Beredar

SENIN, 24 APRIL 2023 | 21:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Publik dihebohkan potongan video berisi kesaksian mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, soal korupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) yang dikaitkan bakal calon presiden PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.

Pada video berdurasi 58 detik yang beredar di media sosial dan WhatsApp Group, memperlihatkan Ganjar Pranowo dan Nazaruddin tengah memberikan kesaksian di persidangan.

Awalnya memperlihatkan Ganjar saat memberikan keterangan. Potongan video itu menayangkan pernyataan Ganjar soal penyerahan uang.


"Waktu dikonfrontasi, dia mengatakan ke saya, bahwa saya tidak pernah memberikan kepada Pak Ganjar. Cuma ketika saya baca yang kemarin ada di media, katanya dia menyerahkan kepada saya," kata Ganjar.

Setelah itu, giliran Nazaruddin memberikan keterangan di hadapan persidangan. Dia mengatakan, saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Ganjar menolak diberi uang.

"Iya (Ganjar) menolak (dikasih uang), ribut dia di media yang mulia, karena waktu dikasih 150 ribu dolar (AS) dia (Ganjar) tidak mau, ribut, dia minta sama posisinya, dikasih sama," kata Nazaruddin.

"Oh ributnya karena mau lebih?" tanya Hakim.

Nazaruddin membenarkan, Ganjar meminta lebih, dan nominalnya disamakan dengan Ketua Komisi II DPR RI saat itu, Chairuman Harahap.

"Iya minta tambah yang mulia, jadinya dikasih terakhir sama dengan ketua 500 ribu (dolar AS)," tukas Nazaruddin, hingga membuat pengunjung sidang heboh.

Nazaruddin juga menegaskan, Ganjar menerima uang itu. Bahkan dia mengaku melihat proses penyerahan uang itu.

"Ya, terima yang mulia. Setelah ribut, dikasih 500 ribu (dolar AS) baru dia mau. Tau yang mulia (proses penyerahannya), kebetulan saya ada di ruangan itu," tambah Nazaruddin.

Sebelumnya, pada akhir Maret 2023, warganet dihebohkan dengan kembali munculnya nama-nama politisi yang diduga tersandung kasus korupsi KTP-el, yang menjerat mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, dan 13 tersangka lain.

Nama-nama politisi yang diduga menerima uang korupsi KTP-el itu beredar di berbagai WhatsApp Group dalam bentuk infografis yang dibuat salah satu media online pada 2017.

Infografis itu memuat 12 nama politisi yang diduga menerima aliran dana korupsi KTP-el yang merugikan keuangan negara mencapai Rp2,3 triliun. Salah satunya ada nama Ganjar Pranowo, yang diduga terima 520 ribu dolar AS.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya