Berita

Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra/Ist

Politik

Ada Ketum Parpol Ingin Gabung KPP dengan Syarat Bacawapres, Demokrat: Ini Bukan Kawin Paksa

SELASA, 28 MARET 2023 | 14:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kabar ada ketum parpol parlemen ingin bergabung dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) disambut baik DPP Partai Demokrat. Hanya saja, jika mensyaratkan menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) dari Anies Baswedan, hal itu dinilai aneh.

“Jadi jangan dibalik. Mau bergabung dengan kami, lalu malah memberikan syarat minta ini itu,” kata Koordinator Jurubicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/3).

Sebab, kata Herzaky, untuk urusan bacawapres di KPP sudah sangat jelas dan akan disepakati oleh koalisi. Lalu hasilnya diserahkan kepada Bacapres dalam hal ini Anies Baswedan.


Bagi Demokrat, saat ini yang harus dilakukan adalah memastikan untuk membantu Bacapres dan KPP. Bahwa bacawapres yang dipilih harus memberikan potensi kemenangan dan menjadi dwitunggal dengan Bacapres.

“Bukan kawin paksa!” tegasnya.

Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Sohibul Iman, mengungkap ada ketua umum partai politik di luar KPP (Nasdem, Demokrat, PKS) ingin gabung tapi mensyaratkan jadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) dari Anies Baswedan. Namun ia enggan menyebut spesifik siapa ketum parpol parlemen yang dimaksud.

“Sekarang ada beberapa pimpinan partai yang ingin merapat. Mereka kemudian mensyaratkan ketua umumnya menjadi cawapres, ketum parpol di luar kita,” ucap Sohibul kepada wartawan di Sekretariat KPP, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/3).

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya