Berita

Zulfan Lindan berbincang dengan Rizal Ramli/Ist

Politik

Zulfan Lindan: Presiden Pilihan Survei Ada Tiga, tapi Rizal Ramli Pilihan Rakyat

SABTU, 18 MARET 2023 | 20:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Masyarakat tidak boleh terkecoh pada figur calon presiden yang dimunculkan oleh lembaga survei. Sebab, tidak menutup kemungkinan nama yang muncul dalam hasil survei memang sudah ditentukan oleh kekuasaan oligarki.

Mantan politisi Partai Nasdem Zulfan Lindan mengatakan, ada tiga figur yang terus diendorse oligarki untuk menggantikan Presiden Joko Widodo. Endorse ini, katanya, agar pemerintahan ke depan tetap bisa dikontrol oligarki.

"Salah satu bentuk endorsementnya adalah membayar lembaga polling untuk terus memunculkan nama figur tersebut," kata Zulfan Lindan tanpa menyebut tiga nama itu, dalam dalam acara tiga tahun channel YouTube Refly Harun di Resto Al-Jazeerah, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3).


Saat ini, kata Zulfan, ada banyak tokoh potensial untuk menjadi pemimpin dan luput dari daftar survei. Salah satunya, adalah mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli.

Rizal Ramli, dalam pandangan Zulfan, adalah sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia. Alasannya, rekam jejak yang bagus, prestasi segudang, jaringan di internasional sangat luas, dan komitmen dalam penegakan supremasi hukum serta demokrasi sangat kuat.  

"Kita harus bicara sekarang, presiden hasil survei dan presiden dukungan rakyat. Presiden hasil survei itu ada tiga. Tetapi, presiden dukungan rakyat yaitu Rizal Ramli," terangnya.

Namun, Zulfan menyayangkan, figur Rizal Ramli tersandra dengan aturan presidential threshold, sehingga cukup sulit untuk berkontestasi di Pilpres 2024. Walau demikian, Dia meyakini masih ada waktu tersisa untuk mengubah aturan tersebut.

"Saya yakin perjalanan masih enam bulan lagi, insyaAllah, pelan-pelan presiden pilihan rakyat akan muncul di tengah-tengah kita," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya