Berita

CEO Meta, Mark Zuckerberg/Net

Dunia

Gelombang Kedua PHK Besar-besaran, Zuckerberg Pecat 10 Ribu Pegawai

RABU, 15 MARET 2023 | 12:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Gelombang pemutusan hubungan kerja sepihak (PHK) kembali dilancarkan raksasa teknologi AS, Meta, baru-baru ini.

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (14/3), Meta mengumumkan perusahaan telah memecat 10 ribu  pekerja dalam putaran kedua PHK besar-besaran.

Menurut CEO Meta, Mark Zuckerberg, keputusan itu harus diambil meski sulit. Perusahaan saat ini tengah berfokus pada efisiensi bisnis.


"Ini akan sulit dan tidak ada jalan lain. Meta akan membangun perusahaan yang lebih ramping, lebih teknis, dan meningkatkan kinerja bisnis untuk memungkinkan visi jangka panjang," jelasnya, seperti dimuat Xinhua.

Zuckerberg mengatakan PHK akan mempengaruhi perekrutan, teknologi, bisnis, dan tim internasional dan mungkin memakan waktu hingga akhir tahun untuk menyelesaikannya.

Tenaga kerja Meta pada akhir 2022 naik 20 persen dari tahun sebelumnya dan hampir dua kali lipat sebelum pandemi pada 2019.

Untuk itu, kata Zuckerberg, dua putaran PHK diharapkan dapat mengurangi jumlah karyawan perusahaan menjadi sekitar 65 ribu pekerja.

Induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp ini sebelumnya mem-PHK sekitar 11 ribu pekerja pada November 2022.

Dengan total 21 ribu PHK baru-baru ini, perusahaan media sosial yang berbasis di Menlo Park itu telah memangkas karyawan lebih banyak melebihi 18 ribu PHK Amazon.

Populer

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

UPDATE

Kekuasaan Otoriter Hanya Melahirkan Kekacauan dan Masa Depan Gelap

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:10

Mafia BBM Pantura Harus Disikat Habis Demi Selamatkan Hak Nelayan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:05

Kementan Jangan Sampai Kecolongan El Nino Gagalkan Target Swasembada Pangan

Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02

Kepala Daerah Tergoda Korupsi Demi Balik Modal Ongkos Pilkada Selangit

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

Budaya Olah dan Pilah Sampah Harus Dimulai sejak Usia Dini

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:55

MUI Ungkap Jejak Seabad Solidaritas Bangsa Indonesia untuk Palestina

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:45

Indonesia Tangkap dan Deportasi Aktivis Palestina ke Siprus

Minggu, 19 Juli 2026 | 11:01

AS Serang Iran usai Dua Tentaranya Tewas di Yordania

Minggu, 19 Juli 2026 | 10:40

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:47

Serangan Iran Rusak Fasilitas Migas Kuwait, Bandara Sempat Ditutup

Minggu, 19 Juli 2026 | 09:13

Selengkapnya