Berita

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati/Net

Publika

Menkeu SMI, Becik Ketitik Olo Ketoro

SABTU, 11 MARET 2023 | 16:41 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

Menkeu Sri Mulyani Indrawati (SMI) mirip sekali politisi busuk, yakni mengaku tak tahu soal transaksi janggal ratusan triliun, padahal PPTK sebut: kami sudah 200 kali serahkan laporannya. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menegaskan pihaknya sudah menyerahkan 200 berkas laporan terkait transaksi mencurigakan senilai Rp 300 triliun ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

SEBELUM Mosi Integral disuarakan Mohammad Natsir di parlemen RIS (Republik Indonesia Serikat), 3 April 1950, yang mengembalikan Indonesia dari Negara Serikat ke Negara Kesatuan, negeri ini punya banyak sebutan dengan berbagai istilah.

Di era Hindia Belanda (1800-1949) ada istilah Beambtenstaat (Negara Pejabat). Yang intinya merupakan pemerintahan dengan sistem Indirect Rule (pemerintahan tak langsung), yaitu pemerintahan melalui perantaraan penguasa-penguasa pribumi, seperti para priyayi yang diangkat menjadi pejabat untuk bertindak sebagai boneka kolonial.


Ada pula yang menyebut era tersebut sebagai era Politiestaat, alias era Negara Polisi. Karena menekankan Rust en Orde (Ketenangan dan Ketertiban), dan atas nama jargon ini di era 1920-an polisi kolonial menindas para tokoh pergerakan kemerdekaan.

“Kalau mau membersihkan meja kotor, pakailah lap yang bersih. Sri Mulyani bukan lap yang bersih,” tegas Rizal Ramli, seperti dikutip media online belum lama ini.

Menyusul perkara Rafael Alun Trisambodo, Kepala Biro Umum Ditjen Pajak, yang punya harta fantastis dan duit puluhan miliar, Eko Darmanto, Kepala Bea Cukai, Yogyakarta, yang pamer pesawat Cesna dan kendaraan mewah, serta Kepala Bea Cukai Makassar, Andhi Pramono, yang disorot masyarakat lantaran memiliki harta kekayaan Rp 13,7 miliar.

Aib dan bobroknya birokrasi di Kementerian Keuangan di bawah asuhan Sri Mulyani kini memang semakin terungkap dan mengundang kebencian rakyat yang selama ini rela membayar pajak di tengah keterpurukan perekonomian yang semakin sulit.

Sri Mulyani juga memperlihatkan sikap melempar tanggung jawab, meski mengaku telah menerima laporan PPATK tentang 200 berkas transaksi mencurigakan di kementerian yang dipimpinnya, namun mengaku tidak tahu-menahu soal transaksi janggal senilai Rp 300 triliun di laporan tersebut.

Laporan itu sendiri menurut Ketua PPATK, Ivan Yustiavandana, telah disampaikan ke Kemenkeu selama tahun 2009 sampai 2023. Adapun temuan transaksi janggal senilai Rp 300 triliun yang melibatkan 460 pegawai Kemenkeu ini diungkapkan Menko Polhukam, Mahfud MD. Ia menyebut mayoritas transaksi terjadi di lingkungan Ditjen Pajak dan Bea Cukai.

Membersihkan meja kotor memang tak mungkin berhasil dengan menggunakan lap yang kotor. Kotoran yang tak lekas dibersihkan pada akhirnya menimbulkan kebusukan dan penyakit.

Kondisi tak sehat di Kemenkeu harus segera diatasi menyusul kemarahan publik yang hilang kepercayaan untuk membayar pajak dan juga terhadap institusi bea cukai.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Sri Mulyani selayaknya segera mengundurkan diri. Apalagi selama bertahun-tahun mondar-mandir jadi Menteri Keuangan ternyata ia banyak menghasilkan catatan buruk terpuruk yang tak pro kepada kepentingan mayoritas rakyat, mulai dari skandal Century, kasus Gayus Tambunan, kebijakan-kebijakan pro neoliberal, hingga menumpuk utang yang mewariskan beban masa depan bangsa.

Bukankah ungkapan Jawa yang luhur itu juga berkata:

Becik ketitik olo ketoro. Keburukanmu akan terlihat meski ditutup-tutupi dan disembunyikan.

Penulis adalah Pemerhati Sejarah

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya