Berita

Crazy rich Grobogan Joko Suranto dinilai layak maju sebagai cagub Jateng/Ist

Nusantara

Dikenal Royal ke Warga, Crazy Rich Grobogan Layak Ramaikan Bursa Cagub Jateng

SABTU, 11 MARET 2023 | 00:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Bursa calon Gubernur Jawa Tengah 2024 makin meriah. Selain Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka, kini muncul nama yang juga tak kalah beken di provinsi itu untuk maju sebagai cagub Jateng.

Dia adalah Joko Suranto, yang lebih dikenal sebagai crazy rich Grobogan. Namanya disebut layak jadi Cagub Jateng menyusul aksinya bangun jalan menggunakan dana pribadi.

"Pilgub Jateng 2024 akan berlangsung menarik. Sebab Jawa Tengah termasuk daerah barometer penentu kemenangan politik nasional selain Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten," ucap analis politik dan Founder Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, dalam keterangannya, Jumat (10/3).


Pilgub Jateng, lanjut dia, akan ikut menjadi barometer penentu. Alhasil, banyak orang berebut maju di daerah tersebut. Hal ini dilatari oleh Jawa Tengah yang dikenal sebagai kandang banteng, basis PDIP dan tempat tinggal presiden.

Pangi melanjutkan, kehadiran nama crazy rich Grobogan itu adalah sebuah hal positif. Karena masyarakat makin punya pilihan alternatif yang layak dijadikan pemimpin.

Terlebih, kata Pangi, crazy rich Grobogan itu dikenal sebagai pengusaha yang royal kepada masyarakat. Di antaranya membangun jalan dengan duit tidak sedikit dari dompetnya.

Nama Joko Suranto sempat viral hingga dijuluki crazy rich Grobogan setelah merogoh kocek sendiri tak kurang dari Rp2,8 miliar untuk memperbaiki jalan rusak. Ia membangun jalan rusak sepanjang 1,8 kilometer di kampung halamannya di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Grobogan.

Joko juga banyak membangun jalan rusak di tempat lain, masjid, sekolah hingga bantuan perbaikan rumah di berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk juga mensponsori acara-acara, di antaranya di ajang Formula E Jakarta.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

UPDATE

Polri Didesak Usut Donatur Penyebar Hoaks Kerusuhan Agustus

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:47

Zelensky Klaim 50 Ribu Tentara Korut Sedang Dalam Perjalanan ke Rusia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:24

Ekonomi Indonesia Mustahil Saingi Vietnam jika Abaikan Sektor Luar Negeri

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:23

Rezim Hubungan Industrial Maritim Indonesia Belum Terintegrasi

Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14

KPK Kuliti Ahmad Dedi Usut Dugaan Pengaturan Jalur Merah-Hijau Impor Blueray

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:51

Iran Waspadai Pakta Pertahanan Mekkah Bentukan Turki, Saudi, dan Pakistan

Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:29

Kejari Tanjung Perak Bantah Isu Pemerasan 6 Eks Pejabat Pelindo dan APBS

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:36

Penguatan Kopdes Merah Putih Kunci Kemandirian Ekonomi Papua

Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08

Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Dibentuk Bukan untuk Hadapi Iran

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:53

Usai Putusan MK, Siaga 98 Dorong Penataan BGN Lewat Perpres Baru

Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:36

Selengkapnya