Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Jika China Tak Beri Amnesty Utang, Banyak Negara Bisa Gagal Bayar Berjamaah

JUMAT, 03 MARET 2023 | 18:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kebijakan "perangkap utang" China semakin mengkhawatirkan. Banyak negara miskin dan berkembang terancam gagal membayar pinjaman mereka lantaran situasi yang sulit, sementara Beijing enggan memberi keringanan.

Peneliti senior Center for Indonesian Domestic and Foreign Policy Studies (Centris) AB Solissa  mengatakan, sebagai salah satu negara kreditur bilateral terbesar dunia, China telah menggunakan program Belt and Road Initiatives (BRI) untuk memberikan pinjaman ke banyak negara miskin dan berkembang dengan dalih pembangunan infrastruktur.

Data tahun 2022  menunjukkan, negara-negara termiskin atau berkembang dunia sedikitnya tengah menghadapi utang sebesar 35 miliar dolar AS kepada negara kreditur sektor resmi dan swasta, dengan lebih dari 40 persen dari total jatuh tempo ke China.


Kendati begitu, kondisi ekonomi global akibat pandemi Covid-19 membuat sebagian besar negara peminjam mengalami kesulitan untuk membayar utang, bahkan berusaha melakukan restrukturisasi.

"Sekarang kan tagihannya banyak yang sudah jatuh tempo, dan pertanyaannya adalah, siapa yang harus membayarnya. Arah-arahnya sih negara-negara miskin atau berkembang bakalan gagal berjamaah bayar hutang China,” ujar AB Solissa dalam keterangannya yang diterima redaksi pada Jumat (3/3).

Dijelaskan AB Solissa, China perlu mengubah keputusannya agar lebih bijak. Seperti memberikan amnesty utang, menghapus sebagian atau mengurangi besaran utang kepada peminjam.

"Yang menjadi pertanyaannya, apakah China setuju untuk menghapus sebagian pembayaran atau mengurangi utang, seperti yang dilakukan oleh negara kreditur lain, seperti Amerika Serikat dan India?" tambahnya.

Sayangnya, ia mencatat, China terlihat sangat enggan berpartisipasi dalam gerakan moral tersebut. Salah satunya terlihat selama pertemuan kelompok G20 di India.

Padahal, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva mengungkap, 60 persen negara  berpenghasilan rendah atau sedang hampir mengalami kesulitan membayar utang.

Sehingga jalan keluar terbaik masalah ini adalah mendorong kreditur pemerintah dan swasta untuk memberikan keringanan. Selah itu, organisasi internasional seperti IMF dan Bank Dunia dapat membantu memberikan pinjaman dan bantuan.

Namun jika China menolak amnesty utang, ini menunjukkan  bahwa Beijing tidak menerima tanggung jawab ekonomi dan moral sebagai pemimpin ekonomi global. Sementara kenyataannya, China juga tidak membutuhkan uang lantaran cadangan fiskal yang mereka miliki lebih dari 3 triliun dolar AS.

“Sejauh ini China hanya menawarkan untuk menangguhkan pembayaran utang selama beberapa tahun saja dan sangat jelas hal ini tidak memadai," jelas AB Solissa.

Sehingga, menurut AB Solissa, penting untuk membawa China ke meja perundingan pada waktu yang tepat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya