Berita

Koordinator aksi dari LEM SPSI Endang Hidayat/RMOL

Politik

Soal Perppu Ciptaker, Suara Buruh: DPR dan Pemerintah Main-Main

SELASA, 28 FEBRUARI 2023 | 16:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Puluhan ribu buruh yang mengatasnamakan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggeruduk gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2).

Koordinator aksi dari LEM SPSI Endang Hidayat menuturkan, demonstran yang hadir siang ini kurang lebih 10 ribu orang, untuk menyampaikan tuntutan mereka agar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) 2/2022 tentang Cipta Kerja dicabut.

"Kami menolak Perppu dibahas di DPR, dan meminta agar DPR mencabut pembahasan Perppu 2/2022. Karena, ini sudah melalui proses tiga kali paripurna, terakhir di tanggal 16 Februari kemarin," tegas Endang.


Menurutnya, DPR abai dengan aspirasi rakyat terutama kaum buruh terkait Perppu Ciptaker. Dia juga, menilai anggota dewan bermain-main dengan pemerintah lantaran tidak mengindahkan suara buruh.

"Artinya, DPR dan pemerintah di sini hanya akal-akalan atau dagelan saja. Bagaimana mengakali UU Ciptaker, yang ada di Omnibus Law, karena ini diinkonstitusionalkan oleh MK," imbuhnya.

Endang menambahkan, Perppu Ciptaker nyatanya, tidak jauh berbeda dengan UU 11/2020 yang telah diputuskan inkonstitusional bersyarat oleh MK. Maka, seharusnya DPR tidak menyetujui Perppu Ciptaker, lantaran isinya merugikan kaum buruh.

"Semuanya merugikan kaum buruh. Kami ingin buruh diajak bicara, mencari win-win solution dengan pemerintah, baik juga dengan DPR," tutupnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya