Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Jokowi Tak Reshuffle Menteri Nasdem, Mega Tercemar Efek Buruk Kabinet

SENIN, 13 FEBRUARI 2023 | 18:12 WIB | OLEH: ARIEF GUNAWAN*

RUMOR reshuffle di hari “keramat” Rabu Pon yang katanya bakal menyasar tiga menteri Nasdem di kabinet sampai hari ini ternyata hanya omong kosong belaka.

Sehingga, makin menjelaskan Jokowi ternyata memang lebih mengabdi kepada kepentingan LBP dan Surya Paloh ketimbang Megawati.

Dalam kontestasi Pilpres 2024 misalnya Jokowi juga lebih memilih meng-endorse Ganjar, Erick, Yusril, Airlangga, dan Prabowo, untuk jadi capres ketimbang meng-endorse Puan Maharani.


Itulah sebabnya banyak kalangan berkesimpulan, sebagai petugas partai yang ditunjuk jadi presiden oleh Megawati Jokowi sebenarnya tidak membantu memperbaiki citra PDIP di mata publik.

Secara head to head bisa dikatakan soal reshuffle ini adalah soal PDIP dengan Nasdem. Terutama karena menteri-menteri Nasdem memang bermasalah.

Kebijakan kader Nasdem yang menjadi Menteri Pertanian,  Syahrul Yasin Limpo, yang tergila-gila melakukan impor pangan dan ketidakmampuannya meningkatkan produksi pangan serta sarat dengan konflik kepentingan, ternyata semakin menyulitkan PDIP untuk membangun citra sebagai partai wong cilik yang pro petani.

Disusul pula oleh kelakuan yang sama dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, ketua umum PAN, yang juga gila impor dan tak mampu mengendalikan kenaikan harga-harga kebutuhan di masyarakat.

Sebagai partai yang mengusung ajaran Sukarno yang antara lain mengidamkan kemandirian sektor pangan, PDIP dan Megawati secara langsung terkena dampak buruknya. Karena PDIP merupakan partai utama pendukung pemerintahan Jokowi.

Faktor buruk lainnya yang menyeret PDIP menjadi kian terpuruk ialah ambisi Jokowi membangun “kerajaan keluarga” dengan menunjuk anak, menantu, adik ipar, jadi walikota hingga Ketua MK. Selain bisnis Kaesang yang fantastis tapi penuh kejanggalan.

Ini bertolak belakang dengan karakter Sukarno yang anti feodalisme yang tatkala 22 tahun berkuasa tak membangun kerajaan keluarga. Bahkan, pada masa Orde Baru Megawati malah dizolimi. Demikian pula PDIP yang berakar dari PNI esensinya egaliter dan terbuka.

Dalam konteks menegakkan ajaran Sukarno, reshuffle tiga menteri Nasdem di kabinet seharusnya didorong oleh PDIP, agar Sukarnoisme tidak terus tercoreng, dan Jokowi sudah terbukti merupakan petugas partai yang tidak berkompeten.

Secara umum menteri-menteri Jokowi juga bermasalah, penuh konflik kepentingan dan banyak yang menggunakan jabatan untuk memperkaya diri, keluarga, dan kelompok, serta tidak fokus dalam mengurus rakyat. Jika demikian halnya siapakah yang harus mempertanggungjawabkan situasi buruk seperti ini?

Kata orang, ikan busuk dimulai dari kepalanya. Dalam konteks ini semua mafhum siapa yang dimaksud. Maka wajar jika kini mayoritas rakyat semakin menginginkam Jokowi mundur secepatnya.

Dalam pandangan tokoh nasional Dr. Rizal Ramli yang ditulis di akun Twitter-nya belum lama ini:

“Indonesia akan lebih damai dan maju apabila Presiden Jokowi tidak memimpin republik ini. Masyarakat akan damai apabila Jokowi lengser dari jabatan presiden...”.

Penulis adalah pemerhati sejarah

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Progam Mudik Gratis Jadi Cara Golkar Hadir di Tengah Masyarakat

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:18

Kepemimpinan Intrinsik Kunci Memutus Kebuntuan Krisis Sistemik Bangsa

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:12

Sahroni Dukung Kejagung Awasi Ketat MBG Agar Tak Ada Kebocoran

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:07

Agrinas Palma Berangkatkan 500 Pemudik Lebaran 2026

Rabu, 18 Maret 2026 | 14:05

KPK Bakal Bongkar Kasus Haji Gus Alex di Pengadilan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:35

Pemudik Boleh Titip Kendaraan di Kantor Pemerintahan

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:28

Kecelakaan di Tol Pejagan–Pemalang KM 259 Memakan Korban Jiwa

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:21

Contraflow Diberlakukan Urai Macet Parah Tol Jakarta-Cikampek

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:16

90 Kapal Lintasi Selat Hormuz Meski Perang Iran Masih Berkecamuk

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:15

Layanan Informasi Publik KPK Tetap Dibuka Selama Libur Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11

Selengkapnya