Berita

Korban gempa di Turki dan Suriah/Net

Dahlan Iskan

Gempa Marash

SABTU, 11 FEBRUARI 2023 | 04:57 WIB | OLEH: DAHLAN ISKAN

SHALAT gaib dilakukan di begitu banyak masjid di Indonesia Jumat kemarin. Pun di masjid desa di pelosok Gondang, Pacet. Usai shalat Jumat.

"Alhamdulillah 63 mahasiswa kita di Maras selamat," ujar Hammam Ishthifaulloh, ketua persatuan pelajar mahasiswa di KahramanmaraÅŸ, bagian selatan Turki.

Kota Marash –begitu nama aslinya– adalah kota paling parah di bencana gempa bumi tektonik 2023 ini. Mengagetkan: jumlah korban terus bertambah secara drastis. Hari pertama tercatat hanya 2.000 lebih yang meninggal. Sampai kemarin sudah lebih 21.000 orang tewas.


Hamam, asli Semarang, kuliah di Kahramanmaraş Sütçü İmam Üniversitesi. Ia ambil jurusan ekonomi. Ketika gempa terjadi, Hamam lagi di asrama. Sebuah bangunan empat lantai di pusat kota Marash. "Saya lagi main HP. Tiba-tiba terjadi gempa," ujarnya saat saat saya telepon tadi malam.

Main HP pada jam 04.16 pagi? "Malam itu saya kurang bisa tidur. Bangun-bangun terus," ujar Hamam.

Begitu terguncang, Hamam langsung lari keluar. Ia segera menghubungi semua mahasiswa Indonesia yang ada di Marash. Saat itu juga Hamam tahu, semuanya selamat. Ia juga langsung berkoordinasi dengan Kedubes RI di Ankara. Semua mahasiswa diungsikan ke Wisma Indonesia di ibukota Turki itu. Keesokan harinya. Naik dua mobil besar. Sejauh 5 jam ke arah utara.

Hamam lulusan SMA Islam Terpadu IHSANUL FIKRI di Magelang. Ayahnya seorang guru. Ia pilih kuliah di Maras dengan logikanya sendiri: masih sedikit mahasiswa Indonesia di kota ini.

Kenapa korban gempa ini begitu besar? Bukankah skala gempa ini 7,8 SR? (Gempa Lombok 2018: 7 SR).

"Banyak sekali gedung 4 lantai atau lebih tinggi lagi," ujar Hamam. "Juga karena ada gempa susulan yang juga keras sekali," tambahnya. "Bersyukur kota ini jauh dari laut. Tidak terjadi tsunami," tambahnya.

Kota Marash boleh dikata sangat terpencil –dilihat dari Istanbul. Nama kota Marash ditambah dengan ''Kahraman'' di depannya untuk menghormati peranan kota itu di sejarah perjuangan Turki.

Marash adalah kota Pahlawan. Kahraman. Inilah kota yang mati-matian mempertahankan kedaulatan Turki di masa lalu.

Kota Marhss memang berada di dalam jalur perlintasan berbagai peradaban dunia.

Kota-kota di sekitar Marash adalah kota-kota berperadaban tua. Di zaman apa pun peranannya sangat penting. Terutama sebelum hadirnya lalu-lintas laut dan udara. Inilah kawasan penghubung antara Eropa (Roma) dan Istanbul ke Jerusalem dan Asia Tengah.

Aleppo yang tidak jauh di selatan Marash adalah kota paling metropolitan di zaman itu. Aleppo adalah kota penting di Syria. Ketika Aleppo hancur di perang Syria belakangan ini, pengungsi membanjir ke utara. Ke Turki. Termasuk ke kota Marash. Begitu banyak pengungsi Syria di Marash. Mereka lari dari kekejaman perang. Kini mereka menjadi korban kekejaman gempa.

Marash dan 9 provinsi di sekitarnya paling parah menderita gempa. Gempa itu sampai ke Syria bagian utara. Dari Marash hanya 2 jam ke perbatasan Syria dengan mobil.

Meski Marash tergolong kota kecil di Turki (berpenduduk sekitar 500.000 orang) ada universitas yang unik: pusat kajian tafsir-tafsir Quran Indonesia.

Muhammad Aqilsyah juga memilih kuliah di Marash. Aqil memilih jurusan sejarah Turki. Marash adalah pusat sejarah Turki. Aqil asli Condet, Jakarta Selatan. Ia alumni madrasah di Bogor yang didirikan oleh tokoh Muhammadiyah, Bahtiar Nashir. Aqil menghafal Quran di pondok itu. Ia sudah hafal 23 juz ketika harus berangkat ke Maras. Ayahnya sudah meninggal. Ibunya punya kios kain di Depok

"Saya lagi mainan HP ketika gempa terjadi," ujar Aqil. "Saya belum tidur sepanjang malam itu," tambahnya.

Aqil main HP dini hari itu juga untuk, katanya, mengapresiasi dirinya sendiri. Sudah seminggu terakhir otaknya terkuras. Bahkan sejak sebelum itu. Minggu lalu adalah minggu ujian. Ujian baru saja selesai.

Ketika gempa terjadi, Aqil tidak langsung lari. Ia tinggal di lantai 2 asrama empat lantai. Asramanya tidak rusak. Padahal di pusat gempa. Hanya lemari yang bergeser. Dan lemari buku terempas.

Setelah terjadi gempa susulan, Aqil turun dan menuju halaman. Lalu menelepon ibunya di Depok. Ada 6 mahasiswa Indonesia lainnya di asrama yang sama. Mereka lantas mengungsi ke kampus. Semua mahasiswa Indonesia kumpul di kampus. Untuk diungsikan ke Wisma Indonesia di Ankara.

Kota Marash tidak hanya pusat peradaban. Ternyata Marash juga pusat gempa. Kota itu persis di segitiga patahan bumi. Tanah Arab di selatan bergerak ke utara: membentur daratan Turki. Lalu daratan Turki itu bergeser ke barat. Begitulah ahli gempa menjelaskan ke berbagai media dunia.

Turki telah membantu dunia akibat perang di Ukraina. Kini dunia membantu Turki. Dunia harusnya begitu.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya