Berita

Abi Muhib bersama pengurus PDA saat mendaftarkan partai ke KIP Aceh beberapa waktu lalu/RMOLAceh

Politik

Tolak Sistem Proporsional Tertutup, Partai Darul Aceh: Rakyat Tak Tahu Siapa Wakilnya

SENIN, 09 JANUARI 2023 | 17:03 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Penolakan atas wacana Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 menggunakan sistem proporsional tertutup ikut disampaikan Ketua Umum Partai Darul Aceh (PDA), Muhibbussabri A. Wahab alias Abi Muhib. Menurut dia, sistem itu akan merugikan masyarakat.

"Masyarakat akan menanyakan wakil mereka siapa," kata Abi Muhib kepada Kantor Berita RMOLAceh, Senin (9/1).

Menurut Abi Muhib, jika dilaksanakan, sistem proporsional tertutup akan memunculkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap partai. Karena masyarakat lebih percaya calon legislatif dibandingkan partai.


Ia menilai, dengan sistem proporsional tertutup, pemerintah telah membuat masyarakat tak memiliki wakilnya di lembaga pemerintahan. Sayangnya, kata dia, pemerintah seperti ingin menabrak keinginan masyarakat.

Lebih jauh, Abi Muhib menjelaskan, sistem proporsional tertutup adalah sistem yang pernah diterapkan di masa Orde Baru. Sehingga saat ini sistem tersebut sungguh tidak layak digunakan.

Karena, ketika masyarakat ingin mengadukan persoalan yang sedang dihadapi, mereka tidak tahu harus ke siapa. Sebab masyarakat tidak tahu siapa yang menjadi wakil mereka.

"Sebab itu, kita harus memberi hak kepada masyarakat untuk mengirimkan wakilnya ke parlemen,” tegas Abi Muhib.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya