Berita

Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Charta Politika: Prabowo Bisa Menang Pilpres Satu Putaran Jika Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

KAMIS, 22 DESEMBER 2022 | 17:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa saja memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, jika saja bersedia menjadi calon wakil presiden dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dari simulasi sejumlah nama potensial maju di Pilpres 2024 yang dirilis Charta Politika, pasangan Ganjar-Prabowo paling banyak dipilih oleh responden.

Dikatakan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, Ganjar-Prabowo memperoleh angka 45,3 persen. Jika angka itu stabil, Pilpres berpeluang berlangsung satu putaran.


"Apakah ini mungkin terjadi? Saya pikir mungkin butuh analis lebih mendalam secara politik terkait dengan berbagai kepentingan partai masing-masing capres dan tentu saja ego terkait dengan masing-masing pemilih partai," kata Yunarto dalam paparan hasil survei bertema "Catatan Akhir Tahun: Persepsi Publik dan Proyeksi Politik Menuju 2024", secara daring, Kamis (22/12).

Keunggulan Ganjar-Prabowo itu, kata Yunarto jika dibandingkan dengan dua potensi pasangan calon lainnya.

Yakni, pasangan Anies Baswedan-Ridwan Kamil di angka 32,6 persen dan pasangan Puan Maharani-Andika Perkasa hanya 2,4 persen.

"Sementara masih ada 19,7 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak menjawab," demikian Yunarto.

Untuk diketahui, survei Charta Politika ini diselenggarakan pada 8-16 Desember 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih.

Survei dilakukan pada tanggal 8-16 Desember 2022, melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 1.220 responden, yang tersebar di 34 Provinsi.

Metodologi yang digunakan adalah metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ± 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya