Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setkab)

Politik

Prabowo Diminta Segera Bentuk Satgas Penyelundupan BBL

MINGGU, 10 MEI 2026 | 20:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Prabowo Subianto diminta segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus guna memberantas penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) ke luar negeri.

Kasus penyelundupan BBL dinilai bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan ekonomi lintas negara yang sangat terorganisir. Praktik ini dinilai telah memiskinkan nelayan lokal dan membiarkan nilai tambah komoditas lobster Indonesia justru dinikmati negara lain.

"Ini tuntutan kepada Presiden Prabowo agar negara hadir tegas memberantas penyelundupan BBL, fasilitasi budidaya di laut Indonesia, dan gerakkan KKP untuk membesarkan budidaya oleh nelayan kita sendiri,” tegas founder Balad Grup, HRM Khalilur Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 10 Mei 2026.


Gus Lilur yang juga inisiator perubahan Permen KP Nomor 5 Tahun 2026 ini memberikan apresiasi tinggi kepada Presiden Prabowo. Menurutnya, langkah Presiden sejak Agustus 2025 yang menghentikan total budidaya BBL di luar negeri adalah kebijakan berani demi perlindungan nelayan.

“Ini langkah kedaulatan. BBL berasal dari laut kita, maka budidayanya harus di Indonesia. Jangan sampai benih dari kita, risiko ditanggung nelayan kita, tapi keuntungan besarnya dinikmati negara tetangga,” cetusnya.

Gus Lilur membeberkan, jaringan penyelundupan BBL saat ini menggunakan jalur yang sangat rapi. Ada dua rute utama yang terdeteksi, yakni jalur laut melalui Malaysia menuju Singapura, serta jalur udara yang langsung menuju Singapura.

Di Singapura, lanjutnya, BBL menjalani proses aklimatisasi di kawasan Choa Chu Kang dan Lim Chu Kang sebelum diterbangkan ke Kamboja untuk mendapatkan dokumen legalitas palsu berupa Certificate of Origin (COO) dan Certificate of Health (COH).

“Kenapa harus ke Kamboja? Karena Vietnam tidak menerima BBL tanpa legalitas. Di Kamboja-lah dokumen itu dibuat agar BBL bisa masuk secara 'resmi' ke Vietnam. Ini ironi, Vietnam bisa meraup Rp100 triliun per tahun dari lobster yang benihnya berasal dari selundupan asal Indonesia,” bebernya.

Melihat pola yang sistematis tersebut, Gus Lilur memandang pembentukan Satgas Khusus sudah mendesak. Satgas ini diharapkan melibatkan unsur KKP, Polri, TNI AL, Bea Cukai, hingga intelijen negara untuk menutup seluruh celah kebocoran di bandara dan pelabuhan.

Selain penegakan hukum, ia juga meminta pemerintah memberikan solusi ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui fasilitasi teknologi, permodalan, dan kepastian pasar agar nelayan mampu membudidayakan BBL di dalam negeri secara mandiri.

Ia juga menyerukan "Tritura Nelayan" yang ditujukan kepada Presiden Prabowo, yakni pertama, memberantas tuntas penyelundupan BBL ke luar negeri. Kedua, memfasilitasi nelayan untuk budidaya di laut Indonesia.

Ketiga, memerintahkan Menteri KP beserta jajarannya menggalakkan budidaya lobster nasional oleh nelayan lokal.

“Tritura Nelayan ini adalah seruan kedaulatan. Kami percaya Presiden Prabowo punya keberanian untuk menata ini dan menjadikan Indonesia sebagai pusat budidaya lobster dunia,” tutupnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya